Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini Doa Nabi Muhammad di Arafah yang Membuat Setan Menyesal

Ini Doa Rasulullah di Arafah yang Membuat Setan Menyesal

hijaz.id
- Wukuf di Arafah merupakan bagian dari rukun haji. Dan pada saat inilah doa–doa orang yang wukuf di Arafah dikabulkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Abu Talhah dalam kitabnya Kaifa Tastafidu Min al Haramain asy-Syarifain Ayyuha az-Zair wa-al-Muqim Ahwal an Nabi fi Al-Hajj mengatakan, Abbas bin Mardas mengatakan, Rasulullah berdoa meminta ampun bagi umatnya di malam Arafah.  Lalu, doanya dijawab Allah.

“Aku telah mengampuni mereka selain dosa orang-orang yang zalim. Aku menyiksa mereka sebagai balasan atas orang-orang yang telah teraniaya oleh mereka.”

Rasulullah berkata, “Ya Allah jika engkau menghendaki, maka engkau bisa memberikan surga bagi orang yang teraniaya, dan mengampuni orang yang berbuat zalim.”

Namun, Allah tidak menjawabnya malam itu juga. Pada pagi harinya ketika berada di Muzdalifah, beliau kembali berdoa.  Lalu, doanya itu dijawab oleh Allah.

Abbas berkata, “Rasulullah tertawa. Ada yang mengatakan, Rasulullah tersenyum.” Abu Bakar dan Umar bertanya kepada beliau.

“Demi ayah dan ibuku, ini bukan saat yang tepat untuk tertawa, apa yang membuat Anda tertawa? Apakah Allah menertawai gigimu?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya musuh Allah, iblis itu, ketika mengetahui Allah telah mengabulkan doaku dan mengampuni umatku, dia mengambil tanah dan melemparkannya ke atas kepalanya.”

“Mereka mendoakan kecelakaan dan kesengsaraan bagi manusia. Apa yang aku lihat berupa rasa takut ini itulah yang membuatku tertawa tawa,” (HR Ibnu Majah).

Di dalam kitab Al-lamat ketahuilah bahwa mereka berkata yang dimaksud dengan kata umat di sini adalah orang-orang yang berada di Arafah. Dari pendapat inilah dikatakan, haji dapat menghapuskan kezaliman terhadap hak-hak hamba. Ada yang mengatakan maknanya adalah taubat dari kezaliman dan dari sikap tidak mampu menunaikan hak-hak hamba.