Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Umar bin Khattab Membentak Malaikat Munkar dan Nakir

Kisah Umar bin Khattab Membentak Malaikat Munkar dan Nakir

hijaz.id
-  Sayyidina Umar bin Khattab merupakan khalifah kedua dalam sejarah Islam sepeninggal Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq RA. Sebelum masuk Islam, Sayyidina Umar bin Khattab menjadi salah satu orang yang paling menentang keras terhadap ajaran yang dibawa Rasulullah SAW yakni agama Islam. Namun, Allah SWT kemudian memberikan hidayah-Nya melalui adiknya yang sedang membaca Alquran. Kala itu, usia umar memasuki 27 tahun.


Selain memiliki kepribadian yang tegas dan bijaksana, Sayyidina Umar bin Khattab juga terkenal dengan karakter kerasnya. Hampir semua sahabat segan terhadap khalifah rasyidin kedua itu, bahkan malaikat kubur Munkar dan nakir pun takut saat menghadapi Sayyidina Umar bin Khattab. Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam pernah bersabda:


"Ketika seseorang telah diletakkan di dalam kuburnya, maka malaikat Munkar dan Nakir mendatanginya. Keduanya  adalah malaikat yang keras, kasar, hitam kebiruan warnanya seperti malam  yang gelap gulita, suaranya seperti petir yang menggelegar, matanya seperti  api yang menyala-nyala, gigi-giginya seperti tombak, rambutnya terseret di  atas tanah dan di kedua tangannya terdapat alat pemukul/palu jikalau  jin dan manusia semua berkumpul untuk mengangkatnya maka tidak akan mampu. Kedua malaikat bertanya kepada ahli kubur tentang Rabbnya, tentang Nabinya, dan tentang agamanya”.


Dalam riwayat lain disebutkan dari Said bin al-Musayyib bahwa Abu Hurairah berkata, ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW. Nabi bersabda: “Sewaktu tidur aku bermimpi seolah-olah aku sedang berada di surga. Kemudian aku melihat seorang wanita sedang berwudhu di sebuah istana (surga), maka aku pun bertanya, ‘Milik siapakah istana ini?’ Wanita-wanita yang ada di sana menjawab, ‘Milik Umar.’ Lalu aku teringat dengan kecemburuan Umar, aku pun menjauh (tidak memasuki) istana itu.” Umar radhiallahu ‘anhu menangis dan berkata, “Mana mungkin aku akan cemburu kepadamu wahai Rasulullah.”


Berkaitan dengan malaikat Munkar dan nakir, Rais Syuriah PBNU KH Bahauddin Nursalim atau biasa disapa Gus Baha menceritakan tentang keberanian Umar bin Khattab terhadap dua malaikat kubur tersebut.   Menurut Gus Baha, dalam Kitab Nurud Dholam karya Syekh Nawawi Al-Bantani diceritakan tentang keberanain Umar dalam menghadapi Malaikat Munkar dan nakir. Sewaktu Sayydina Umar wafat dan jasadnya sudah dikuburkan, orang-orang pun meninggalkan pemakaman. Hanya Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang berada di area pemakaman. Sayyidina Ali saat itu merasa penasaran ingin mengetahui bagaimana dialog yang akan terjadi antara dua makhluk yang sama-sama menyeramkan itu. “Suatu saat Sayyidina Ali agak jengkel dengan Umar bin Khattab karena begitu galaknya umar yang hampir setiap orang pernah dibentaknya, “Apa dia berani membentak munkar nakir. Tanya Sayyidina Ali waktu itu,” kata Gus Baha dalam pengajian di Channel Youtube Ngaji Gus Baha.


Akhirnya Sayyidina Ali meminta kepada Allah SWT agar mukasyafah (dibukakan tabir) oleh Allah SWT permintaan Sayyidina Ali tersebut dipenuhi. Kemudian saat Umar bin Khattab meninggal dan saat di dalam kubur Umar bin Khattab didatangi Munkar Nakir dengan mata yang sangat menyeramkan, mengetahui hal tersebut Sayyidina Ali senang karena dalam pikirannya Umar bin Khattab pasti takut. “Tapi ternyata tidak, Umar bin Khattab justru bangkit dan membentak Munkar Nakir seraya berkata “Hai Munkar Nakir kalian tahu sedang berhadapan dengan siapa ?! kalian itu sedang berhadapan dengan temannya Akhabbal Kholqi Ilallah (manusia yang paling dicintai Allah SWT),” kata Gus Baha.


Akhirnya Munkar Nakir bertanya kepada Allah SWT, namun Allah SWT justru menyarankan kepada Munkar Nakir agar lebih sopan kepada orang mukmin seperti Umar bin Khattab. “Sejak kejadian tersebut Munkar Nakir tidak selalu berpenampilan menyeramkan,” kata Gus Baha. Bergelar Al Faruq Sayyidina Umar bin Khattab merupakan khalifah yang sangat terkenal di semua kalangan karena keadilan dan bijaksananya dalam memimpin.  Umar bin al-Khattab dijuluki Al Faruq yang berarti pembeda atau pemisah. Dia merupakan putra Nufail bin Adi bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Luai, Abu Hafsh al-Adawi. Ibunya bernama Hantamah binti Hisyam bin al-Mughirah. Ibunya adalah saudari tua dari Abu Jahal bin Hisyam. Gangguan Jalur KRL Jakarta-Bogor Umar adalah seseorang yang berperawakan tinggi, selalu bekerja dengan kedua tangannya, matanya hitam, dan kulitnya kuning. 

Ada pula yang mengatakan kulitnya putih hingga kemerah-merahan. Giginya putih bersih dan mengkilat. Selalu mewarnai janggutnya dan merapikan rambutnya dengan inai (daun pacar) (Thabaqat Ibnu Saad, 3: 324). Umar bin Khattab adalah seorang yang mendapat ilham. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di antara orang-orang sebelum kalian terdapat sejumlah manusia yang mendapat ilham. Apabila salah seorang umatku mendapakannya, maka Umarlah orangnya.”