Polisi Amerika Belajar Tentang Islam dan Muslim

muslimAl Aqsa Comunity Center dan Departemen Kepolisian Plainfield melakukan hubungan kerja sama kemitraan yang bersifat strategis. Hubungan yang dilajin ini bertujuan untuk memmerkokoh jaringan antara penegak hukum, umat Islam, dan masyarakat lokal.

Kepala Kepolisian Painfiled, John Konopek dan Komandan Mike Novak, telah melakukan kunjungan ke Al Aqsa Comunity Center di Plainfield. Kunjungan itu diberitakan oleh seorang petinggi Al Aqsa Comumunity Center, Imam Charles Muhammad.

Kunjungan balik pun dilakukan oleh Pihak al Aqsa Community Center. Kali ini Sekretaris Jenderal Al Aqsa Community, Muhammad dan Zulfie Khan, melakukan kunjungan ke tempat Pusat Penegakan Hukum Plainfield. Kedatangan mereka bersama Direktur Gain Peace, Sabeel Ahmed, sebuah perusahaan nirlaba yang memiliki visi untuk memberikan pendidikan tentang Islam kepada masyarakat.

Saat pemaparan, Ahmed pernah berkunjung ke Amerika Serikat (AS) 20 tahun silam. Dia mengira di AS banyak terdapat kekerasan terhadap Islam seperti yang telah diberitakan oleh banyak media. Akan tetapi, hal itu berbeda ketika ia berada di sana, masyarakat kelihatan ingin suatu perdamaian di negara mereka.

“Saya sadar kalau kita tidak harus menilai sesuatu berdasarkan persepsi yang disajikan media atau sumber lain,” kata Ahmed seperti dilansir┬ádari The Herald, Rabu (28/9/2016).

Ahmed membantah atas tudingan adanya kekerasan yang dilakukan oleh Muslim. Segala bentuk kekerasan tidak ada dalam Islam. Kebudayaan lokallah yang kadang membuat Islam menjadi terdiskriminasi, sehingga apa yang jelek selalu diarahkan kepada Islam.

Dalam presentasinya, Ahmed menunjukkan dokumentasi wanita muslimah dengan warna kulit yang berbeda dan menjuarai lomba di Olimpiade. Namun semua yang diberitakan oleh Media tentang muslimah yang berprestasi itu semata-mata hanya untuk menolong orang-orang yang tidak mampu.

Petugas Kepolisian Plainfield yang ikut dalam acara tersebut memberikan beberapa pertanyaan, seperti perbedaan pakaian dan cara mendekati Muslimah yang menjadi sasaran kekerasan banyak orang. Sekjen tersebut meminta agar para polisi bersedia menghormati hijab yang dipakai oleh perempuan.

“Tapi, jika ada luka serius yang tengah diderita korban, mereka (Polisi) harus melakukan apa yang diperlukan untuk mengobati wanita itu,” ujar Muhammad, dikutip dari republika.co.id.

Hijab hanya digunakan di depan orang-orang yang bukan muhrimnya. Muhammad menyarankan agar Polisi perempuan yang mengamankan para perempuan muslimah yang tertimpa kecelakaan, sehingga korban lebih aman dan leluasa.

Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada pihak polisi, umat muslim dan masyarakat setempat. Karena terdapat lebih dari 600 kepala keluarga beragama Islam yang tinggal sekitar 10 mil dari Al Aqsa Community Center.

Originally posted 2016-09-28 00:00:00.