Suka Tidur Setelah Salat Subuh? Baca Dulu Penjelasan Ini

subuh

Kebiasaan tidur setelah melaksanakan ibadah Salat subuh sering dilakukan di Indonesia bahkan diluar negeri juga.

Bagaimana pandangan fiqh dalam Islam terkait perbuatan tersebut ? Bagaimana Dalilnya ?

Seperi dikutip dari republika.co.id, terdapat dua pandangan ulama mengenai hukum apabila tidur setelah salat subuh di laksanakan.

Pendapat pertama dari ijtihad berbagai ulama memperbolehkan tidur pada jam-jam setelah salat subuh.

Pendapat ulama ini didasarkan karena ketidakadan dalil atau nash yang melarang manusia tidur ba’da sholat subuh. Ditambah dengan pandangan menurut Syeh Muhammad Shalih al-Munjid, sebagian kecil para sahabat dan tabiin memiliki kebiasaan seperti ini, yaitu tidur di waktu subuh habis pelaksanaan salat subuh.

Alasan diperbolehkannya menurut pendapat ini lantaran orang tersebut memang membutuhkannya atau sedang dalam keadaan tertentu yang memkasa mereka harus tidur setelah ibadah salat subuh.

Contohnya untuk para muslim yang mengidap serangan susah tidur (imsonia) sehingga walaupun dipaksakan untuk tidur sangat sulit jadi mengambil waktu di pagi hari atau para pekerja yang mendapat gilitan jaga pada shift malam.

Beberapa pengecualian di atas dulunya pernah disampaikan oleh Imam Ibn al-Qayyim dalam Kitab Zaad al-Ma’ad.

Disisi lain, dinukilkan dari Kitab al-Fawakih ad-Dawani, Imam Malik dulu pernah ditanyakan mengenai hukum tidur setelah pelaksanaan salat Subuh. Ia berpandangan bahwa hal ini tidak haram karena tidak dilarang.

Dikutip dari rumaysho.com Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid dalam Fatawanya berkata, “Namun jika ada seorang yang memilih untuk tidur di setelah salat Subuh agar bisa bekerja dengan penuh vitalitas maka hukumnya adalah tidak mengapa, terutama jika tidak memungkinkan bagi orang tersebut untuk tidur siang dan hanya mungkin tidur di waktu pagi.” (Fatwa Al Islam Sual wa Jawab no. 2063)

Akan tetapi menurut pandangan Syekh al-Munjid, sebagian ulama mengatakan bahwa hukumnya makruh tidur tepat setelah menunaikan ibadah salat subuh atau di waktu menjelang pagi.  Hal ini dengan alasan, pada waktu dan jam-jam tersebut, Allah SWT memberikan rezekinya bagi para hamba-Nya yang berusaha dan memohon.

Dalam sebuah hadis riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Hibban, suatu saat Rasulullah SAW mendapati Fatimah sedang tidur sehabis melaksanakan salat subuh.

Lalu Rasul bersabda,’ Wahai Fatimah bangun dan saksikanlah rezeki Tuhanmu dan jangan sampai masuk golongan orang lalai, karena sesungguhnya Allah membagi rezeki hamba-Nya sejak habis munculnya waktu fajar hingga terbit matahari.’

Dengan dalil tersebut maka sejumlah ulama berpendapat bahwa hukum tidur usai salat subuh adalah makruh (sebaiknya ditinggalkan). Dalam Kitab tulisan Ghidza al-Albab’ Syarh Manzhumat al-Albab, Imam as-Sifaraini menegeskan seharusnya seorang Muslim untuk tidak tidur pada waktu-waktu tersebut karena banyak sekali barakah.

Imam as-Suyuthi, dalam Kitab Tadzkirahnya mengatakan, tidur ketika usai salat subuh adalah salah satu tanda kefakiran seseorang muslim. Karena seperti yang diriwayatkan Ahmad dalam hadist , Dawud, dan lainnya, keberkahan umat Muhammad SAW, terdapat pada waktu pagi atau setelah salat subuh.

Originally posted 2016-09-30 00:00:00.