Inilah Mualaf Paling Berpengaruh di Dunia

suhaibMualaf adalah sebutan bagi seseorang yang mengubah keyakinan dan memutuskan untuk memeluk agama Islam. Meski tak memeluk Islam sejak ia lahir, tak sedikit dari kaum mualaf yang menjadi pejuang islam dan akhirnya memiliki pengaruh yang besar di dunia islam.

Dalam daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia yang dirilis oleh Royal Islamic Strategic Studies Centre pada tahun 2010, ada salah satu mualaf yang memiliki perjalanan menuju jalan kebenaran yang memukau. Ia adalah Suhaib Webb.

Pria asal Amerika ini juga kerap menjadi imam dan pemuka agama bagi berbagai komunitas di seluruh penjuru Amerika. Selain itu, pria yang berprofesi sebagai dosen dan aktivis ini juga pernah menggalang dana 200 juta rupiah untuk janda dan pemadam kebakaran yang tewas dalam serangan. Atas aksinya tersebut pada tahun 2010, royal Islamic study center memasukkan namanya ke dalam daftar 500 muslim paling berpengaruh di dunia.

Pada usia 14 krisis keyakinan terjadi pada diri Suhaib Webb yang menjelma dari ketidakpercayaan pada agama yang dipeluknya. Ia bekerja sebagai disc jockey hop dan menjadi produser lokal yang sukses serta melakukan rekaman bersama sejumlah artis. Namun di tengah kesuksesannya itu ia tak merasa bahagia dan akhirnya menemukan Islam. Setelah menjadi muallaf, Suhaib Webb meninggalkan kariernya dan mendalami ilmu Islam.

Suhaib Webb dulunya adalah seorang non-Muslim yang bekerja sebagai DJ di suatu klub malam.

Ia lalu meninggalkan kehidupan lama setelah lulus dari University of Central Oklahoma. Ia belajar tentang Islam dan bahasa Arab dengan Syaikh yang berasal dari Senegal. sampai akhirnya dipercaya menjadi pemimpin masyarakat Kota Oklahoma. Kemudian ia ditunjuk sebagai Imam di Masyarakat Islam Greater Oklahoma City.

Pada tahun 2004 lalu, Suhaib Webb berangkat dengan istri dan anak-anaknya ke Kairo Mesir dan menuntut ilmu di Al-Azhar University di College of Shari`ah. Selain itu, ia juga mempunyai tanggung jawab kepada Departemen terjemahan bahasa Inggris di Dar al-Ifta al-Masriyah dan pelatihan sebagai Mufti.

Selain itu, Suhaib Webb menekankan upaya yang lebih efektif untuk menghilangkan upaya ekstrimis dalam agama. Dia menekankan gaya berdakwah yang ia lakukan harus menyesuaikan kontur Amerika agar mencerminkan Al-Quran yang sesuai adat dan budaya setempat agar ajaran agama Islam dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat AS. Sikap tersebut pun ditunjukan ketika terjadi bom Boston, Webb bersama tokoh agama lain melakukan aksi doa bersama.

“Kita terus hidup dalam harmoni, menghormati dan merayakan persamaan dan perbedaan kami, bekerja sama untuk kebaikan bersama,” dikutip dari worldbulletin yang diperoleh dari republika.co.id, Selasa (25/10/2016).

Originally posted 2016-10-31 00:00:00.