Islamphobia Semakin Meningkat, Muslimah Amerika Ini Akhirnya Lepas Jilbab

muslimah-amerika-ilustrasi-_160729142115-702

SURATKABAR.ID- Kebencian Amerika terhadap muslim semakin meningkat akhir-akhir ini. Saat ini, banyak muslimah Amerika yang memutuskan untuk melepas jilbabnya karena takut serangan yang akan diterimanya.

Hal ini tentu saja membatasi kewajiban muslimah untuk menaati perintah agama. Seperti yang diketahui, jilbab merupakan kewajiban seorang muslimah dalam menjalani ajaran agamanya.

Muslimah di Amerika mengalami kebimbangan karena jilbab yang dipakai kerap kali menimbulkan diskriminasi dan memicu tindak kekerasan di masyarakat.

Seorang muslimah asal Boston, Nassrene Elmadhum, telah melepas jilbabnya lantaran takut menjadi sasaran kejahatan dan kebencian. Selain itu, ia juga kadang mendapatkan serangan verbal. Perempuan tersebut juga dituduh harus bertanggung jawab atas tragedy bom saat Maraton Boston 2013.

Ia juga dituduk termasuk salah satu golongan ekstremis karena penampilannya yang menggunakan hijab.

“Selama beberapa tahun terakhir, kegelisahan ini telah berkembang. Saya  merasa tidak nyaman. Dan ini adalah sesuatu yang baru. Saya merasa kurang diterima di komunitas saya sendiri, dan lebih dari itu saya merasa selalu akan menjadi target,” ujar Nassrene Elmadhum seperti dilansir IB Times, pekan lalu, dilansir dari replubika.co.id.

Begitu banyak tantangan yang harus dihadapai oleh Elmadhum sebagai seorang muslim, maka ia memutuskan untuk melepas jilbabnya agar ia tidak khawatir akan keselamatannya.

Bertentangan dengan Mariana Aguilera, seorang muslimah yang menjalankan situs fashion The Demuriest di Brooklyn memutuskan untuk tetap memakai jilbabnya, walaupun ia kerap kali menjadi target dari ancaman verbal dari masyarakat.

Mariana menjelaskan bahwa kondisi seperti ini akan mengkhawatirkan daripada rasa takut yang dihadapi. Ia juga berpendapat apabila pemerintah tidak melakukan tindakan tegas akan kondisi ini, maka akan mengancam kebebasan beragama dan menghancurkan nilai-nilai yang ada.

 “Dan ini berbahaya,” katanya.

Dari 154 insiden di 2014 menjadi 257 pada 2015. November lalu, seorang Muslimah di New York diserang oleh seorang pria yang menarik jilbabnya. Michail Isakharov (40 tahun) dilaporkan telah melakukan kejahatan kepada muslimah yang memakai jilbab dengan melemparkan korban telepon dan menarik jilbabnya hingga terlepas.

 

Originally posted 2016-12-27 00:00:00.