Donald Trump Larang Imigran dari 7 Negara Muslim Masuk Amerika

SURATKABAR.ID – Donald Trump baru saja dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Namun, belum lama dilantik, Trump telah memutuskan melarang imigran asal tujuh negara Muslim Timur Tengah dan Afrika memasuki wilayah AS.

Bahkan, Trump dikabarkan menandatangani sejumlah perintah eksekutif terkait pelarangan bagi imigran dari tujuh negara tersebut pada Rabu (25/1/2017).

Ketujuh negara Muslim yang dianggap berbahaya oleh Trump adalah Suriah, Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman. Keputusan Trump ini diungkap oleh beberapa staf Kongres dan ahli imigrasi kepada Reuters.

Salah satu perintah eksekutif yang disetujui Trump adalah memblokir visa yang dikeluarkan untuk para imigran dari tujuh negara tersebut.

Larangan dan pembatasan bagi imigran asal Afrika dan Timur Tengah ini akan berlaku sampai Departemen Luar Negeri dan Departemen Keamanan Dalam Negeri dapat meningkatkan proses pemeriksaan sehingga lebih ketat.

Stephen Legomsky, mantan penasehat utama Layanan Imigrasi dan Kewarganegaraan AS kala pemerintahan Barrack Obama, menuturkan bahwa presiden memang memiliki kewenangan untuk membatasi penerimaan pengungsi dan penerbitan visa ke negara-negara tertentu.

“Dari sudut pandang hukum, itu akan menjadi hak hukumnya. Tapi dari sudut pandang kebijakan, itu akan menjadi ide yang buruk karena ada kebutuhan kemanusiaan yang mendesak sekarang bagi pengungsi,” terang Legomsky, dilansir sindonews.com.

Sebelumnya, pada masa kampanye, Trump pernah mengusulkan larangan bagi warga Muslim asing memasuki AS untuk sementara waktu. Kala itu, Trump beralasan, larangan ini semata-mata untuk melindungi AS dari serangan jihadis.

Saat masa kampanye, usulan Trump ini mendapat respon positif dari para pendukungnya. Bahkan, mereka juga menyayangkan keputusan Obama yang kala itu meningkatkan jumlah penerimaan pengungsi Suriah.

Para pendukung Trump, berpikir bahwa pengungsi asal Suriah dapat melakukan serangan di AS.

Originally posted 2017-01-26 00:00:00.