LAPAN Sebut Awal Puasa dan Idul Fitri 2017 Kemungkinan Besar Seragam

SURATKABAR.ID – Di Indonesia memang kerap terjadi perbedaan puasa dan juga perayaan Idul Fitri. Dan hal tersebut wajar sekali terjadi dan selama ini masyarakat Indonesia nyaman-nyaman saja dengan perbedaan tersebut. Bahkan, sepertinya semuanya saling menghargai keputusan masing-masing.

Lalu bagaimana ya kira-kira dengan tahun ini? Apakah masih berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya atau malah sama?

Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan jika tahun 2017 ini hingga 2021, awal bulan Ramadhan, Idul fitri dan juga Idul Adha kemungkinan besar akan jatuh pada hari yang sama.

Posisi bulan di langit saat awal bulan Komariah pada tahun tersebut cukup mendukung keseragaman hari-hari penting untuk umat Islam.

Baca juga: Ada Isu Kitab Suci Dibakar, Massa Ngamuk Sampai Kapolres Terkena Lemparan Batu

“Sampai tahun 2021, posisi bulan di luar 0-2 derajat. Jadi, ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha akan sama,” papar Thomas pada Senin(22/5/2017) seperti yang tertera di tribunnews.com

Selama ini ada dua cara penetapan awal puasa dan juga Idul Fitri. Cara pertama adalah dengan perhitungan astronomis saja dan cara yang kedua adalah pengamatan bulan secara langsung. Dan ada dua syarat sehingga hilal sangat tipis yang merupakan penanda bulan Komariah, dinyatakan sah dan bisa jadi tanda awal bulan.

Syarat pertama, hilal haruslah cukup tebal dan juga menonjol di tengah cahaya senja. Sementara yang kedua, hilal harus cukup tinggi sehingga cahayanya tidak pudar oleh pengaruh matahari senja.

“Selama ini perbedaan muncul karena posisi bulan antara 0 – 2 derajat sehingga tidak bisa teramati secara langsung perhitungan astronomis sudah menunjukkan hilal tampak,” kata Thomas

Baca juga: Viral Jadi Tersangka Bom Kampung Melayu di Media Sosial, Pria Ini Lapor ke Polda Kalbar

Berdasarkan keterangan Thomas, awal Ramadhan 2017 ini posisi bulan diperkirakan sudah berada dalam ketinggian 7-8 derajat dari ufuk sehingga akan mudah untuk terlihat. Sementara untuk lebaran diprediksi 2-3 derajat.

Thomas juga menyebutkan jika keseragaman awal puasa dan lebaran selama ini hanya keetulan saja atas dukungan bulan dan langit. Dan untuk upaya penyeragaman kriteria hilal masih perlu untuk diupayakan.