Umat Islam Irak Ramai-Ramai Bersihkan Gereja yang Hancur Karena Perang

SURATKABAR.ID – Pertempuran yang terjadi saat pasukan sekutu hendah mendorong ISI keluar dari Irak mengakibatkan banyak kerusakan. Salah satu akibatnya adalah hancurnya Gereja Mar Georges.

Melihat keadaan tersebut, para warga Muslim setempat turut serta membantu umat kristiani untuk membersihkan puing-puing Gereja.

Republika.co. mewartakan dari Christian Today, Selasa (30/5/2017) menyebutkan bahwa Al Arabi jadi salah satu wilayah yang diduduki ISIS selama ini. Sepanjang pendudukan ISIS, tidak cuma Gereja Mar Georges, tapi Gereja Chaldaean pun kabarnya sering ditembaki.

Baca Juga: Kisah Mualaf yang Sholat Menghadap Meja Dupa

Foto yang ada di laman This Is Cristian Iraq memperlihatkan bagaimana umat Muslim turut serta membatu membersihkan Gereja yang runtuh akibat perang. Bahkan, umat Islam di Mosul itu membereskan ruang berdoa yang sempat berantakan.

Setelah bertahun-tahun diduduki ISIS, Mosul ditargetkan bersih dari penguasaan kelompok radikal tersebut akhir bulan depan. . Umat beragama, terutama Kristiani Irak, terusir dari rumah mereka sejak muslim panas 2014.

Sedikitnya ada 80 ribu umat Kristen yang terusir dan melarikan diri dari Mosul dan Dataran Niniwe karna merasa terancam. Bahkan beberapa pihak sebelumnya memprediksi jika umat Kristen tidak akan kembali lagi ke Mosul.

Berdasarkan sejumlah laporan, ISIS sempat mempergunakan Gereja sebagai markas mereka.

Seperti diwartakan detik.com, tanda salib di bagian atap bangunan telah dihancurkan ISIS dan diganti dengan bendera mereka. Tanda salib lainnya di bagian pintu bangunan gereja juga terlihat dicopot paksa. Tidak satupun simbol Kristen, baik patung Yerus maupun Bunda Maria yang masih ada di dalam bangunan. Seluruh simbol-simbol itu telah dihancurkan oleh ISIS. Hanya bagian altar dengan marmer abu-abu yang masih tersisa.