Kisah Lubang di Masjid Agung Keraton yang Terdengar Suara Adzan dari Mekah

SURATKABAR.ID – Masjid merupakan tempat beribadah umat Islam yang mudah ditemui di Indonesia. Namun, dari sejumlah masjid yang ada, tentu terdapat beberapa masjid dengan keunikan tersendiri.

Salah satunya adalah Masjid Agung Keraton di Buton, Sulawesi Tenggara. Konon katanya, suara adzan di Mekah bisa terdengar di masjid ini.

Masjid unik ini terletak di Benteng Keraton Buton, Kota Bau-bau, Sulawesi Tenggara. Masjid Agung Keraton Buton telah berdiri sejak tahun 1511.

Dulunya, bangunan ini digunakan sebagai tempat pertemuan rahasia, hingga kemudian Syekh Abdul Wahid dari Arab Saudi datang dan menyebarkan Islam.

Baca juga: Tragis! Bukan Dihargai, Penyumbang Emas Monas Ini Malah Diperlakukan Begini

Buton yang awalnya menggunakan sistem kerajaan, kemudian beralih jadi sistem kesultanan. Masyarakat setempat juga mulai memeluk agama Islam. Begitu juga dengan bagunan yang kerap digunakan untuk pertemuan rahasia itu dirubah fungsinya menjadi masjid.

Masjid yang kemudian dinamai dengan Masjid Agung Keraton Buton ini terdiri dari dua lantai. Lantai bawah untuk jamaah laki-laki, sementara lantai atas digunakan jamaah wanita.

Hingga kini, arsitektur aslinya tetap dipertahankan. Tiang-tiang penyangga yang menjadi pondasinya juga dijaga dengan sangat baik.

“Di masjid ini terdapat lubang yang posisinya ada di bagian imam salat. Dari lubang inilah, menurut sejarah dan cerita terdengar suara adzan dari Mekah,” ujar Laode M Adam Vatiq yang menjadi pemandu wisata Benteng Keraton Buton, dilansir detik.com.

Adam melanjutkan, lubang ini sangat dijaga oleh pengurus masjid. Tak sembarang orang bisa melihatnya. Bahkan, wisatawan juga tak diizinkan memasuki masjid, kecuali saat waktu salat.

“Hanya imam masjid saja yang dapat membuka lubang itu. Bahkan seorang gubernur sekalipun jika tidak mendapat izin dari sang imam, tidak bisa melihat lubangnya,” lanjutnya.

Dalam pemerintahan Kesultanan Buton, imam masjid memiliki derajat yang tinggi dan tetap dipertahankan hingga sekarang. Bukan cuma berhak mengelola Masjid Agung Keraton Buton, imam masjid juga bertanggung jawab atas umat Muslim Buton.

Baca juga: Dijauhi Karena Jadi Mualaf dan Berhijab, Artis Keturunan Tionghoa Ini Dapat Berkah di Bulan Ramadan

Bukan cuma karena mempertahankan adat istiadat Kesultanan Buton, masjid ini juga menyimpan sejumlah kenunikan.

“Masjid ini punya 12 tangga yang melambangkan 12 rakaat shalat, dan jumlah lingkaran gendang 99 sama seperti Asmaul Husna. Jumlah tulangan di masjid tersebut berjumlah 313, sama seperti jumlah tulang dalam tubuh manusia. Lalu 13 lubang di masjid, jumlah yang sama dengan lubang pada tubuh manusia. Dua belas lubang terlihat, dan satunya tidak,” jelas Adam.