Ternyata Inilah Hukum Men-Share Berita Baik di Facebook

Sumber foto dari google.com

Media sosial menjadi salah satu sarana yang sangat efektif dalam penyebaran berita. Bukan hanya berita baik tapi juga berbagai macam berita, entah itu berupa hoax, gosip dan lain sebagainya. Lantas, hal yang masih banyak dikhawatirkan adalah perihal kebenarannya itu sendiri. Sekalipun, berita yang tersebar itu bernilai baik.

Islam mengajarkan kita agar jangan setiap ada berita atau isu langsung diekspos ke masyarakat secara luas. Hendaklah kita jangan mudah termakan berita yang kurang jelas atau isu murahan kemudian ikut-kutan menyabarkannya padahal ilmu kita terbatas mengenai hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا جَاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلاَ فَضْلُ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لاَتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلاَّ قَلِيلاً

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri) . Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” (An-Nisa: 83)

Nah, selain itu. Seringkali diantara kita tidak sadar melakukan suatu dosa hanya karena perbuatan itu terbungkus kalimat “baik”. Masih terkait pembahasan mengenai Facebook. Berita baik yang dimaksud adalah nikmat-nikmat yang telah Allah Ta’alaa karuniakan kepada kita, semisal diberikan nikmat bisa membeli mobil mewah, rumah baru dan lain sebagainya.

Sebagai wujud rasa syukurnya, tak sedikit orang yang kemudian meng-upload hal tersebut sembari mengucapkan hamdalah. Lalu, bagaimana hukumnya? Dalam sebuah kajian, Ustadz Syafiq Riza Basalamah menyebutkan bahwa hal tersebut diperbolehkan asal tidak mengandung unsur riya’ atau menyombongkan diri.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya;

“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya amalan seseorang itu akan dibalas sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Untuk lebih lengkapnya bisa disimak video berikut.

Wallahu’alam Bishawab

Originally posted 2017-07-05 00:27:38.