Sering Berkhayal Ketika Shalat, Sah-kah Shalatku?

Sumber foto dari google.com
Allah Ta’alaa menciptakan manusia di muka bumi ini adalah semata untuk beribadah kepada-Nya. Ibdah itu banyak macamnya, salah satunya adalah dengan melaksanakan shalat lima waktu: Shubuh, Dzuhur, Ashar, Magrib dan ‘Isya.
Hukum melaksanakan shalat lima waktu ini adalah wajib atau fardu `ain, yaitu sesuatu yang diharuskan dan yang mengikat kepada setiap individu seorang muslim yang telah dewasa, berakal sehat, balig (mukallaf). Apabila salat wajib ini ditinggalkan, maka orang yang meninggalkannya mendapat dosa dari Allah Subhanahu wa Ta’alaa.
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”(QS. al-Nisa’: 103)
Lalu, bagaimana jika shalat tetapi tidak khusyu’? Sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, seringkali kita melaksanakan shalat dengan pikiran yang tidak fokus dan malah suka berkhayal. Dalam arti, ketika shalat, selalu ada saja yang dipikirkan. Ketika di coba untuk memusatkan pikiran, kembali mencoba konsentrasi, selanjutnya adalah pikiran kembali memikirkan hal-hal lain.
Padahal, kita ketahui bersama bahwa khusyu dalam shalat sangat diutamakan, namun karena kelemahan manusia, Allah tidak menjadikannya sebagai syarat sah shalat. Shalat seseorang tetap sah, (dengan catatan hanya untuk membatalkan shalat tepat waktu) meskipun tidak khusyuk / dalam perjalanan / ditengah suatu ancaman, dan kemudian diganti dengan shalat yang lebih sempurna dengan kekhusyu’an.
Namun, sebagai hamba Allah yang telah dikaruniakan akal dan pikiran serta iman, seyogyanya kita harus selalu berusaha untuk menghadirkan hati di dalam shalat, oleh karena ber-munajat hanya dapat sempurna dengan cara menghadirkan hati dan haram hukumnya lalai dalam shalat karena hal tersebut adalah hal yang sia – sia, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
كَمْ مِنْ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صَلاَتِهِ التَّعَبُ وَالنَّصَبُ
“Betapa banyak orang yang mengerjakan shalat namun ia hanya mendapatkan lelah dan capek dari shalatnya itu.’ (Hadits shahih diriwayatkan oleh ad-Darimiy; juga Ahmad dan Ibnu Majah dengan lafal yang mirip)

Untuk lebih lengkapnya bisa disimak video berikut.

Wallahu a’lam bish shawab.

 

Originally posted 2017-07-05 01:17:19.