Antara Kebaikan yang Terang-Terangan atau Tersembunyi, Manakah yang Lebih Utama?

Sumber foto dari google.com

Sebagai seorang muslim, kita sangat dianjurkan untuk melakukan amal saleh (amal kebaikan). Tersebab, selain akan bermanfaat untuk orang dan lingkungan sekitar, juga akan bermanfaat untuk diri kita sendiri baik di dunia ataupun di akhirat.

Namun, mengapa amal kebaikan disebut amal saleh atau sebaliknya?

Syaikh Abdurrahman as Sa’diy dalam Taisiru Karimir Rahman mengatakan, “Amalan yang baik dinamakan amal shalih karena dengan sebab amal shalih keadaan urusan dunia dan akhirat seorang hamba Allah akan menjadi baik dan akan hilang seluruh  keadaan- keadaannya yang rusak. Dengan amalan yang baik tersebut seseorang akan termasuk golongan orang yang shalih yang pantas bersanding dengan Allah Yang Maha Pengasih di dalam surga-Nya” (Taisiru Karimir Rahman: 1/62,cet:Markaz Shalih bin Shalih ats Tsaqafiy).

Nah, keimanan saja tidak cukup untuk menentukan kesempurnaan dan derajat yang tinggi, namun diperlukan juga amal saleh. Iman dan amal saleh adalah tolok ukur kesempurnaan seseorang. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Amal saleh tidak terbatas pada tindakan tertentu, namun setiap perbuatan yang pada dasarnya memiliki kebaikan dan pelakunya meniatkan kebaikan saat mengerjakannya juga dapat disebut amal saleh, meski perbuatan tersebut sangat remeh dan kecil.

Allah Ta’alaa berfirman dam Al-Qur’an Surat An-Nahl:97

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Tapi sayang, banyak diantara kita yang masih tergoda untuk mengungkit-ngungkit amal saleh yang telah dilakukan tanpa terasa sudah diri ini terjebak riya’ atau pamer, ingin dipuji orang lain dan lain sebagainya. Walaupun terkadang amalan saleh juga boleh ditampakkan jika memang ada faedah, misalnya supaya orang lain termotivasi untuk beramal atau ingin memberikan pengajaran kepada orang lain.

Tahukah kamu? Ternyata amalan saleh yang tersembunyi lebih besar manfaatnya ketimbang amalan yang ditampakkan. Sebagaimana Imam Asy Syafi’i mengatakan, “Sudah sepatutnya bagi seorang alim memiliki amalan rahasia yang tersembunyi, hanya Allah dan dirinya saja yang mengetahuinya. Karena segala sesuatu yang ditampakkan di hadapan manusia akan sedikit sekali manfaatnya di akhirat kelak.” (Ta’thirul Anfas min Haditsil Ikhlas, Sayyid bin Husain Al ‘Afaniy,hal. 230-232,Darul ‘Afani, cetakan pertama, 1421 H.)

Untuk lebih lengkapnya bisa disimak video berikut.

Wallahu a’lam bish shawab.

Originally posted 2017-07-06 05:37:58.