Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘Anhu, Hartawan yang Sangat Dermawan

Sumber foto dari google.com

Menyadari bahwa harta benda yang dimiliki adalah hanya titipan, seharusnya menjadikan orang-orang tersadar bahwa tidak ada lagi yang patut untuk dibanggakan atau disombongkan.

Akan lebih bermanfaat dan menjadi nilai ibadah ketika harta yang kita miliki digunakan dalam hal kebaikan, semisal disedekahkan untuk membantu meringankan beban orang yang tidak mampu, anak yatim atau bahkan untuk urusan kepentingan agama. Karena, ketika kita menggunakan harta untuk menolong agama Allah, maka Allah akan menggantinya dengan sebaik-baik pembayaran.

Allah Ta’alaa berfirman:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah:245)

Siapakah yang bisa dijadikan teladan dalam hal berderma? Adalah Utsman bin Affan bin Abu Al-Ash bin Umayah bin Abdu Syams. Beliau berasal dari Bani Umayah yang terpandang. Utsman bin Affan dikenal sebagai seorang pedagang yang dermawan dan murah hati. Beliau adalah salah seorang yang paling kaya di masa sebelum Islam dan juga setelah Islam.

Utsman bin Affan memeluk Islam melalui dakwah Abu Bakar. Utsman adalah sahabat yang masuk Islam di masa awal dakwah, bahkan termasuk salah seorang dari sepuluh orang yang pertama kali masuk Islam. Setelah mengenal Islam lebih dalam, beliau sangat teguh dalam keislamannya.

Utsman bin Affan dikenal sebagai orang yang lemah lembut namun kuat dalam memegang akidahnya. Hal itu nampak jelas ketika beliau mengenal hidayah dan kemudian masuk Islam. Ketika beliau masuk Islam, pamannya, Al-Hakam bin Abu Al-Ash mengikatnya erat-erat seraya berkata, “Engkau berpaling dari ajaran leluhurmu dan beralih ke agama Muhammad?! Demi Allah, aku tidak akan melepasmu untuk selamanya sampai engkau kembali kepada agamamu semula!” Namun dengan tegas Utsman menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan dan berlepas dari agama Muhammad untuk selama-lamanya!” Ketika Al-Hakam melihat keteguhan Utsman terhadap Islam, maka Al-Hakam tidak dapat berbuat apa-apa lagi dan akhirnya ia pun melepaskannya. Tidak ada seorang pun dari suku Quraisy yang memiliki sifat pemurah melebihinya.

Beliau dikenal sebagai seorang sahabat yang kaya raya dan sangat dermawan. Suatu ketika, kaum Muslimin di Madinah pernah kekurangan air karena musim kemarau yang panjang dan mereka membutuhkan penggalian sumur yang banyak airnya.

Rasulullah menyeru kepada kaum Muslimin untuk membuat sumur seraya bersabda, “Barangsiapa yang menggali sumur Rumah (nama tempat), maka baginya surga!” Lalu datanglah Utsman untuk membiayai pembuatan sumur tersebut. (Hadits Riwayat Al-Bukhari)

Pada lain waktu, kota Madihah tertimpa musim paceklik yang membuat harga bahan pangan sangat mahal karena kelangkaannya. Di tengah kelangkaan bahan pangan tersebut, datanglah iringan-iringan kafilah dagang Utsman bin Affan dari negeri Syam, berupa 100 ekor unta yang penuh dengan muatan anggur, minyak dan anggur. Mendengar hal tersebut, para pedagang dari Madinah serentak mendatangi Utsman untuk membeli bahan pangan yang dibawanya.

Maka Utsman berkata kepada mereka, “Berapa harga yang kalian mampu untuk membeli barang dagangan tersebut?

Sebagian menjawab, “Kami mampu membeli lima kali lipat dari harga belinya!

Utsman bertanya, “Siapa yang mampu membelinya dengan harga sepuluh kali lipat dari harga belinya?

Mereka berkata, “Siapa yang sanggup membeli barang tersebut dengan harga sebesar itu? Ini sungguh harta yang mencekik!

Maka Utsman berkata, “Sesungguhnya Allah menjanjikan kepadaku untuk memberikan keuntungan sebanyak sepuluh kali lipat dari setiap dirham dalam firman-Nya:

     مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”

Allah Ta’alaa berfirman:

Kemudian beliau melanjutkan perkataannya, “Adakah di antara kalian yang mampu membelinya?”. Mereka menjawab, “Tidak!” Maka Utsman berkata, “Saksikanlah oleh kalian bahwa barang dagangan ini semuanya aku sedekahkan bagi para fakir miskin Madinah!” (QS:Al-An’am : 160”)

Begitulah teladan yang bisa kita ambil dari sosok seorang sahabat Utsman bin affan, semoga Allah mengkaruniakan harta yang cukup dan bermanfaat, sehingga kita bisa menjadi sosok hartawan yang sangat dermawan dan menggunakan harta untuk menolong agama Allah.

Untuk lebih lengkapnya bisa disimak video berikut.

Wallahu a’lam bish shawab.

Originally posted 2017-07-08 03:15:51.