Al-Qur’an Menjawab : Berbicara Pun Ada Etikanya

Sumber Foto dari anekatop10.com

Komunikasi adalah hal yang tidak terlepas dari kehidupan sosial manusia. Salah satu cara dalam komunikasi adalah secara verbal. Artinya dua individu atau lebih menjalin suatu interaksi dengan saling berbicara.

Namun, sebagai manusia terkadang kita tidak memperhatikan cara kita berbicara/berucap. Padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengingatkan kita dalam adab berbicara melalui firman-firmanNya dalam al-quran.

Berikut ini beberapa anjuran dalam berbicara yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala kehendaki :

Berkata Baik

Berkata baik atau lebih baik diam adalah kalimat yang sering kita dengar ketika berbicara mengenai adab berbicara. Hal ini benar adanya seperti yang tertuang dalam Qs. Al-Baqarah : 83

 

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ

Artinya : “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.” (Qs. Al – Baqarah : 83)

Berbicara Lemah Lembut

Tidak hanya dalam bersikap, sebagai seorang muslim juga hendaknya kita berbicara secara lemah lembut. Hal ini bisa diaplikasikan salah satunya dengan tidak meninggikan volume suara. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Qs. Ta Ha ayat 44

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

Artinya : “maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS. Ta Ha : 44)

Berbicara Hal Yang berguna

Seringkali kita menjumpai lawan berbicara kita mengatakan banyak hal yang sebenarnya tidak perlu untuk dikatakan. Hal ini tentunya bisa menjadi cerminan diri kita. apakah kita kerap melakukan hal serupa atau tidak. Jika iya, alangkah lebih baiknya kita untuk belajar mengurangi berbicara hal-hal yang tidak berguna. Hal ini pun dianjurkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Qs. Al-Mu’minun ayat 3

وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

Artinya : “dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna” (QS. Al-Mu’minun : 3)

Berbicara Kebenaran

Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menyukai kebohongan, bahkan dalam hal bercanda sekalipun. Jangankan Sang Pencipta, kita sebagai manusia juga tidak suka ketika ada orang berbohong kepada kita. Oleh sebab itu, dalam berbicara hendaklah kita menghindari kebohongan. Akan lebih baik kita berbicara sesuatu yang kebenarannya telah terjadi, sehingga apa yang dibicarakan terhindar dari kesan fitnah dan mengada-ngada. Seperti yang terdapat dalam Qs. Al-Ahzab : 30

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlahperkataan yang benar,” (Qs. Al-Ahzab : 30)

Dalam hal komunikasi secara verbal, banyak anjuran yang perlu kita perhatikan. Berbicara mengenai hal buruk seringkali memiliki daya tarik tersendiri. Namun, dismaping itu kita harus selalu mengingat bahwasannya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa mengatur berbagai hal kecil yang dilakukan oleh manusia, salah satunya ketika sedang berbicara. Oleh sebab itu, tak ada salahnya kita sebagai hamba mulai mengaplikasikan anjuran yang telah ditentukan.

Originally posted 2017-07-08 15:11:18.