Merasa Hidup Penuh Cobaan? Ketahuilah, Jurus Ampuh Tolak Bala!

Sumber Foto dari id.pinterest.com

Perjalanan hidup setiap orang memiliki rutenya masing-masing. Hidup terkadang tak seindah seperti yang sering kita dengar dalam dongeng-dongeng masa kecil. Pahit manis, asam garam adalah dua hal pasti yang menyertai setiap langkah kita dalam menjalani kehidupan.

Tak jarang kegetiran hidup sering kali kita rasakan. Dihantui berbagai perasaan gelisah yang berkecambuk membuat kita fokus terhadap hal-hal yang bersifat negatif. Oleh sebab itu, bagi siapa saja yang tengah dilanda berbagai perasaan gelisah akan masalah yang dihadapi, atau bahkan dihantui kegagalan alangkah lebih baiknya mengalihkan perhatian kita. Seperti melakukan intropeksi diri serta menjalankan amalan-amalan berikut ini :

Melazimkan do’a

Do’a adalah proteksi ampuh yang mampu menstabilkan kondisi hati dengan sekelumit keadaan yang dirasakannya. Ketika kita terbiasa berdo’a maka energi positif akan senantiasa mengalir pada diri kita. Sehingga mampu membuat kita tegar saat mengalami kondisi sulit sekalipun. Diriwayatkan dalam Hadits Ahmad, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali do’a”.

Bahkan ada do’a yang berasal langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang bisa menuntun kita terhindar dari berbagai musibah/ cobaan. Dikutip dari potongan ayat dalam Qs. Al-Baqarah ayat 286 “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya”. 

Bertakwa

{2} وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا …

{3} وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Artinya : ” … Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar {2}. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.{3}”

Dalam potongan ayat tersebut diberitahukan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya yang bertawakal dengan segenap kesungguhan dan keseriusan. Semangat dalam ketakwaan dapat menghadirkann semangat spiritual, yang dapat menghindarkan kita dari peristiwa buruk.

Ridha Orangtua

Do’a orangtua adalah hal yang dapat menghantarkan pada berbagai pintu kebaikan. Kita sering mendengar bahwa Ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah ridha kedua orangtua, dan murka-Nya ada pada murka orangtua. Hal ini benar adanya, mengingat betapa mujarabnya do’a orangtua untuk keberkahan hidup manusia baik dunia maupun akhirat.

Sedekah

Sedekah itu benar-benar menolak bala” (HR. Thabrani dari Abdullah Ibnu Mas’ud) adalah hadits yang secara terang-terangan mengungkapkan amalan yang ampuh dalam menolak bala. Melalui amalan ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mendesain langsung proteksi untuk menolak bala. Ungkapan ini akan terasa jika kita benar-benar mengamalkannya.

Istigfar

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya : “Kami tidak akan turunkan azab bencana selama mereka masih beristigfar” (Qs. Al-Anfal : 33)

Berbuat baik

Tidak ada alasan untuk tidak berbuat baik. Sesulit appaun kondisi yang dihadapi, sedzalim apapun perlakuan yang diterima, atau perasaan kecewa sebesar apapun tidak pantas untuk dibalas dengan hal yang sama. Tebarkanlah kebaikan secara terus menerus. Maka semuanya akan berbalik pada waktunya. Seperti yang diungkapkan dalam Qs. Ar-Rahman ayat 60

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Artinya : “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (Qs. Ar-Rahman : 60)

Meskipun kita tidak pernah tau cobaan/kesengsaraan apa yang akan kita hadapi. Namun pada dasarnya amalan-amalan diatas patut untuk kita amalkan. Hal ini mengingat pengaruhnya yang bisa membuat hati kita siap dalam mengatasi berbagai masalah yang ada. Setidaknya kita bisa menolak “ketidaksiapan” diri kita menghadapi bala yang datang melalui amalan – amalan diatas.

 

Referensi

Arifin Ilham.2014.Bersiap untuk akhirat. Jakarta : Republika

Originally posted 2017-07-09 14:18:41.