6 Hal Ini Dimiliki Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam, Kita Juga Bisa!

Sumber Foto dari islamidia.com

Menyebarkan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah bukan perkara yang mudah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang pantas dalam mengemban tugas-Nya berkat kejernihan hatinya . Dibantu oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan perjuangan serta pengorbanan dalam hal berdakwah. Maka tak heran, disebutkan bahwa era sahabat adalah kurun waktu terbaik dalam berdakwah.

Hal ini ditegaskan pula oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuSaat awal penciptaan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memeriksa hati hamba-hamba-Nya, dan ditemukanlah hati yang paling jernih dan memantulkan kembali cahaya-Nya, yaitu hati  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga pantaslah beliau diamanatkan mengemban risalah-Nya. Berikutnya ditemukan hati para sahabat yang juga jernih dan dapat memantulkan cahaya-Nya, sehingga pantas pula untuk menjadi pendamping Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengemban risalah-Nya.”

Menilik dari hal ungkapan tersebut, peran sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah bisa dianggap biasa saja. Jerih payahnya dalam berdakwah telah memupuk sifat-sifat luhur yang bisa kita contoh melalui pengaplikasian dalam amalan-amalan berikut ini :

Kekuatan Tauhid

Tauhid dalam aqidah islam menyatakan keesaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tauhid menjadi salah satu hal yang dipegang teguh oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hati dan kesadaran para sahabat dipenuhi oleh kekuatan iman. Para sahabat meyakini bahwa segala sesuatu tercipta dan terjadi atas izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala .

Shalat Khusyuk

{3}وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ {1} الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ {2} قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ

Artinya : ” (1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (2) (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, (3) dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,” [Qs. Al-Mukminun : 1-3]

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang yang khusyu dalam shalat dikategorikan sebagai orang beriman. Dalam hal ini, shalat khusyuk diaplikasikan sebagai terjemahan atas kebenaran tauhid.

Haus Ilmu dan Dzikir

Para sahabat sangat gemar menghadiri majelis-majelis ilmu. Mereka belajar mengaji, dan mengkaji ayat-ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala langsung dari lisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu, para sahabat juga gemar melakukan dzikir karena bagi mereka dengan mengingat-Nya hati menjadi lebih tenang.

Ikramul Muslimin

Secara sederhana, ikramul muslimin diartikan sebagai akhlak yang baik pada manusia atau mahluk lainnya. Hal ini juga dilakukan oleh para sahabat sesuai sabda yang pernah dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan selain akhlak yang baik” (HR. Abu Dawud). Oleh sebab iitu, hidup para sahabat senantiasa diliputi oleh berbuat baik.

Memperbaiki dan Memperbaharui Niat

Para sahabat beriorientasi akan hidup jangka panjang, yaitu kehidupan kekal di akhirat kelak. Oleh sebab itu tashihun niyat selalu mereka terapkan. Bagi mereka segala sesuatu yang dilakukan harus dilandaskan keikhlasan semata hanya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ungkapan ini seperti yang tergambar dalam Qs. Al-A’raf ayat 29

قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ ۖ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۚ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

Artinya : Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)”. [Qs. Al-A’raf : 29]

Berdakwah Di Jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Berdakwah adalah amalan yang tak pernah luput dari para sahabat ketika mendampingi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengajak dalam kebaikan, mengingatkan untuk senantiasa beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah hal yang kerap dilakukan.

Masih banyak sifat serta amalan yang dilakukan para sahabat ketika mendampingi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjuang dijalan-Nya. Kendati demikian, enam hal diatas adalah amalan paling luhur yang bisa kita adopsi menjadi amalan yang bisa kita kerjakan pada diri kita. Sebagia bukti bahwasannya perjuangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya tetap mengalir sampai umat-Nya hingga saat ini.

 

Referensi

Arifin Ilham.2014.Bersiap untuk Akhirat.Jakarta : Republika

Originally posted 2017-07-09 14:32:42.