Apakah Benar Wanita yang Tidak/Belum Menutup Aurat Dilarang Memasuki Masjid? Ini Penjelasannya

Sumber Foto Dari Google

Masjid adalah tempat beribadah bagi umat muslim. Secara luas masjid juga dapat diartikan sebagai tempat khusus yang digunakan untuk menunaikan shalat. Meskipun pada kenyataannya, masjid juga digunakan sebagai pusat pertemuan umat muslim dalam berbagai kegiatan. Contohnya dalam perayaan hari besar islam, atau kegiatan-kegiatan seperti kajian.

Ditegaskan dalam Qs.Al-Jin ayat 18

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

Artinya : “Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (Qs. Al-Jin :18)

Dalam ayat tersebut diterangkan bahwa masjid adalah rumah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadits qudsi “Sesungguhnya rumah-rumahku di atas bumi adalah masjid-masjid, dan para pengunjungnya adalah yang meramaikannya.”

Berkaca dari ayat dan hadits tersebut, sudah sewajarnya setiap orang yang hendak memasuki mesjid harus menjaga adab-adab yang ada. Seperti halnya dalam adab berpenampilan. Lalu, bagaimanakah hukumnya jika seorang wanita yang tidak menutup aurat memasuki masjid. Hal ini mengingat, Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mewajibkan setiap wanita untuk menutup auratnya.

Dalam hadits muslim diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Seandainya Rasulullah melihat apa yang terjadi pada wanita (masa kini), niscaya beliau akan melarang mereka memasuki masjid sebagaimana wanita Israel dilarang memasuki tempat ibadah mereka.” (HR Muslim no. 445)

Melalui hadits tersebut, secara tidak langsung digambarkan bahwa wanita masa kini banyak yang berpenampilan terbuka. Dalam arti luas banyak wanita yang belum/tidak menutup auratnya.

Seorang wanita sangat dijaga dalam hal beribadah, Dari Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah hadits dari Ummu Humaid, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah mengatakan, bahwa shalat di rumah bagi seorang wanita lebih baik dibandingkan dengan shalat di masjid sektiar rumahnya.

Dari hadits tersebut, kita bisa mempelajari bahwasannya dalam hal ibadah saja seorang wanita sangat diatur ketika hendak memasuki masjid. Lalu bagaimanakah dengan wanita yang jelas-jelas melanggar aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan ingin memasuki rumah-Nya?

Sheikh Abdul Adzim Abudi menjelaskan bahwa masjid adalah tempat suci yang terjaga dari fitnah. Sedangkan wanita adalah mahluk Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang rentan akan fitnah. Terlebih dalam hal ini, penampilan seorang wanita yang tidak menutup aurat jelas menampilkan perhiasannya sehingga rawan akan fitnah. Hal ini saja sudah menjadi pelanggaran atas aturan-Nya.

Oleh sebab itu, jika seorang wanita hendak memasuki masjid  karena kepentingan yang berhubungan dengan kegiatan positif yang berujung pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka wanita yang berpenampilan seperti itu, hendaknya menjaga penampilannya dengan menutup aurat ketika hendak memasuki rumah-Nya. Hal ini selain sebagai bentuk “penghormatan” kepada Sang Pemilik rumah serta menjalankan perintah-Nya.

 

 

Originally posted 2017-07-10 13:41:46.