Apa Maksud Allah Subhanahu Wa Ta’ala Melarang Kita Mengkonsumsi Babi?

Sumber foto dari kompasiana.com

Seperti yang kita tahu, Babi merupakan binatang yang najis dan haram bagi umat islam. Tak hanya dilarang untuk memakan dagingnya, kita juga dilarang memanfaatkan bagian-bagian apa saja dari tubuhnya demi keperluan apapun. Haramnya babi terdapat dalam Surat Al-An’am:145 yang berbunyi:

 

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ …

Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al An’am: 145)

Babi termasuk ke dalam najis aini. Adapun yang dimaksud dengan najis aini yaitu najis yang melekat pada sesuatu sejak lahirnya atau dapat dikatakan asalnya memang sudah najis. Lemak-lemak dan tulang babi pun diharamkan sebagi obat atau bahan campuran obat. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam pun bersabda, “Allah tidak akan menjadikan obat-obatan dari sesuatu yang diharamkan.” (HR. Bukhari dan Ibn. Mas’ud).

Dari hadist tersebut, jelas dikatakan bahwa apa yang diharamkan tidak mungkin dijadikan sebagai obat-obatan. Oleh sebab itu, apapun yang ada pada seekor babi tidak mungkin digunakan sebagai obat.

Tahukah kamu bahwa babi memiliki banyak efek negatif bila dikonsumsi?

Berbagai penelitian ilmiah dari kedokteran menunjukkan bahwa mengkonsumsi babi dapat menimbulkan berbagai penyakit. Daging babi mengandung kolesterol yang sangat tinggi bahkan lima belas kali lipat lebih tinggi dari daging sapi. Sementara itu, kadar lemak babi pun menunjukkan angka yang fantastis yakni 50%.

Babi yang dikonsumsi rata-rata memakan segala yang ada dihadapannya termasuk sampah dan kotoran. Hal itu membuat munculnya benih-benih cacing pita dalam daging babi. Dan bila dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu maka akan menimbulkan berbagai penyakit seperti halnya kolesterol meningkat, kolera babi, bahkan kanker. Selain itu, dikatakan pula bahwa orang yang sudah lama mengkonsumsi babi, lama kelamaan aroma tubuhnya akan menjadi bau.

Selanjutnya, konsumsi babi dalam jangka waktu yang panjang juga akan berpengaruh pada perilaku. Apapun yang kita konsumsi, memang akan berpengaruh pada diri kita. Oleh sebab itu, kita harus bisa memilih mana yang baik untuk dikonsumsi, haruslah mengkonsumsi yang halalan thayyiban.

Sungguh sangat beruntung kita yang terlahir sebagai muslim sehingga tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi babi. Larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya tentang mengkonsumi daging babi membuat kita sadar bahwa memang daging babi tidak baik untuk dikonsumsi. Dan larangan tersebut pun tidak serta merta diberikan tanpa alasan yang jelas. Diharamkannya babi bagi umat islam menjadi suatu hal yang sangat baik. Selain untuk menghindarkan datangnya berbagai penyakit yang disebabkan dari konsumsi babi, juga menghindarkan kita untuk berperilaku buruk seperti babi yang rakus. Semoga kita senantiasa hanya mengkonsumsi apapun yang diridhai oleh Allah Subahanu wa Ta’ala. Aamiin.

Originally posted 2017-07-12 03:59:16.