Apakah Kita Termasuk Orang yang Munafik? Kenali Tandanya Melalui Tiga Poin Berikut!

Sumber Foto dari Google

Munafik adalah kata yang sudah umum di kalangan masyarakat. Remaja juga acap kali menggunakan kata ini ketika ia mengatai teman-temannya yang bermuka dua dan suka mencari perhatian. Namun apa sebenarnya makna dari munafik itu sendiri? Menurut kbbi, munafik berarti bermuka dua atau suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya.

Munafik merupakan sifat buruk yang sangat berbahaya jika dimiliki oleh seseorang. Namun, kita seringkali tidak sadar bahwa selama ini, kita memiliki sifat munafik. Siapa sajakah orang-orang yang termasuk golongan munafik?

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. jika berbicara ia dusta, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia berkhianat. (HR Bukhari)

Jika berbicara, ia dusta

Memang harus diakui bahwa sebagai manusia, kita pasti pernah melakukan kebohongan. Baik kebohongan-kebohongan kecil yang seringkali kita tutupi dengan alasan “berbohong demi kebaikan” hingga kebohongan-kebohongan besar yang merugikan baik diri sendiri maupun orang lain.

Jika berjanji, ia ingkar

Perlu diingat-ingat, berapa kali kita pernah mengingkari janji yang sudah kita buat sendiri. Apalagi zaman sekarang ini, manusia acap kali menggunakan kata insyaallah untuk mengingkari sebuah janji. Daripada langsung mengatakan “ya” saat membuat janji, kita dianjurkan untuk mengatakan insyaallah. Karena sesunguhnya tidak ada yang tahu apakah semenit kemudian, sejam kemudian, atau sehari kemudian, kita masih diberi kesempatan untuk bernapas. Jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghendaki, maka kita akan dapat memenuhi janji tersebut.

Namun, belakangan ini, sungguh miris orang-orang justru menggunakan kata insyaallah untuk menjadi tameng, ketika mereka tidak dapat menepati suatu janji. Daripada harus menolak dengan kata “tidak”, mereka lebih memilih untuk menggunakan kata insyaallah. Kata insyaallah bagi mereka dimaknai sebagai “Allah tidak menghendakiku untuk menepati janji”. Sungguh, hal seperti ini seharusnya dihindari, bukan justru menjadi budaya yang mengakar di kehidupan bermasyarakat.

Jika dipercaya, ia berkhianat

Kepercayaan yang diberikan seseorang seharusnya kita jaga dengan sebaik-baiknya. Karena tidak mudah mendapatkan kepercayaan, apalagi dengan maraknya kasus penipuan dan kebohongan di zaman sekarang. Pejabat-pejabat yang melakukan korupsi merupakan salah satu bukti bahwa mereka sudah mengkhianati kepercayaan masyarakat yang sudah memilih mereka sebagai pejabat negara.

Manusia memang tidak pernah luput dari kesalahan, karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala, namun sebisa mungkin kita harus menjauhi sifat-sifat buruk yang tidak disukai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, agar kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Bagi kita yang memang pernah melakukan ketiga poin ciri-ciri orang munafik di atas, kita masih dapat memohon ampunan-Nya, karena sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah zat yang Maha Pemaaf.

Wallahu A’lam Bishawab

Originally posted 2017-07-20 05:21:47.