Tidak Melulu Buruk, Iri Terhadap Dua Hal Ini Justru Harus Kamu Miliki!

Sumber Foto dari Google

Sifat iri dan dengki merupakan penyakit hati yang tidak baik. Namun, beberapa umat muslim masih saja memiliki sifat buruk ini. Penyakit hati berupa iri dan dengki ini ditandai dengan ketidaksenangan saat melihat orang lain lebih berhasil dibandingkan dirinya, atau perasaan kesal ketika orang lain mendapatkan kesenangan. Alih-alih ikut memberi ucapan selamat, orang yang iri dan dengki justru lebih disibukkan dengan menggerutu dan menyalahi nasib, merasa kesal atas rahmat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepada orang tersebut.

Tapi, iri dan dengki tidak selamanya merupakan sifat yang buruk. Justru kita harus merasa iri jika kita berada dalam dua situasi.

لاَ حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ القُرْآنَ، فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ، وَآنَاءَ النَّهَار فَسَمِعَهُ جَارٌ لَهُ، فَقَالَ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُهْلِكُهُ فِي الحَقِّ، فَقَالَ رَجُلٌ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ ِ

Tidak ada (sifat) iri (yang terpuji) kecuali pada dua orang: seorang yang dipahamkan oleh Allah tentang Al-Qur’an kemudian dia membacanya di waktu malam dan siang hari, lalu salah seorang tetangganya mendengarkan (bacaan Al-Qur’an)nya dan berkata: “Duhai kiranya aku diberi (pemahaman Al-Qur’an) seperti yang diberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan seperti (membaca Al-Qur’an) seperti yang diamalkannya. Dan seorang yang dilimpahkan oleh Allah baginya harta (yang berlimpah) kemudian dia membelanjakannya di (jalan) yang benar, lalu ada orang lain yang berkata: “Duhai kiranya aku diberi (kelebihan harta) seperti yang diberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan (bersedekah di jalan Allah) seperti yang diamalkannya” (HR. Al-Bukhari)

Iri karena kemampuan seseorang untuk membaca dan memahami Al-Qur’an dengan baik.

Ketika kita mendengar tetangga, atau orang di sekitar kita mampu membaca dan memahami Al-Qur’an, serta mengamalkannya dengan baik, kita memang sudah sepatutnya merasa iri. Karena hal tersebut adalah hal yang sangat dianjurkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Perasaan tidak puas dan iri dengan kemampuan tersebut sebaiknya dibarengi dengan memperbanyak ilmu agama kita, melatih dan membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari, dan hal-hal baik lainnya.

Iri karena kemampuan seseorang membelanjakan hartanya di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ ala.

Ketika melihat seseorang menyedekahkan sebagian harta yang ia miliki kepada fakir miskin, seharusnya kita merasa iri. Kemudian kita melakukan instrospeksi diri, dan berusaha untuk melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan orang tersebut.

Iri terhadap hal-hal yang baik tentu diperbolehkan, asalkan sifat iri tersebut dapat memacu kita untuk melakukan kebajikan lebih banyak lagi. Namun, sifat iri yang tidak menimbulkan kebaikan harus tetap kita jauhi.

Originally posted 2017-07-20 10:32:15.