Mengapa Kita Harus Bershalawat? Bukankah Beliau Telah Dijamin Masuk Surga?

Sumber Foto Dari : http://thayyiba.com

Mengapa kita harus bershalawat? Mengapa umat islam harus bershalawat kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam? Bukankah beliau telah dijamin masuk surga?

Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam memang telah dijamin masuk surga. Tanpa doa kita pun, beliau pasti masuk surga. Namun, mengapa kita bershalawat untuk Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam? Kita bershalawat sebagai ekspresi cinta kepada Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam. Kita wajib cinta Allah dan Rasul-Nya dengan  mengikuti ajarannya dan bershalawat kenapada Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam.

“Katakanlah, jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. ‘Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. ‘Ali Imran [3]: 31)

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi, Hai orang-orang beriman, bershalawatlah untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan untuknya.” (Q.S. Al Ahzaab [33]: 56)

Nabi membaca Shalawat untuk dirinya bukan berarti Nabi orang yang egois. Justru ini merupakan tanda bahwa Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam adalah benar-benar nabi, beliau melaksanakan apa pun yang diperintahkan Allah kepadanya.

Ketika tahiyyat, kita membaca syahadat kemudian menyampaikan shalawat kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dengan ucapan

Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu waeahmatullaahi wa barakaatuh (keselamatan, keberkahan, dan rahmat Allah untukmu, ya Nabi)

Kalimat ini seakan-akan kalau Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam hadir bersama kita berdialog, kita merasa hidup di tengah-tengah Rasulullah. dalam diri Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam tampak keteladanan dan perilaku mulia yang terpancar dalam setiap gerak kehidupannya sehingga melahirkan kerinduan atau ingin berjumpa dengan beliau, yang terekspresikan dengan meneladani Rasulullah dalam perjalanan kehidupannya.

Muadz bin Jabal r.a., salah seorang sahabat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah menangis bersedu-sedu karena rindu ingin bertemu Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Dia mengatakan,

“Betapa aku rindu pada seorang kekasih, betapa aku rindu menatap rona wajah penuh cahaya, betapa aku ingin bertemu dengan si pemilik indah bola mata, beta aku rindu…, betapa aku rindu padamu, ya Rasulullah…”

Shalawat kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam merupakan gambaran atas keindahan akhlak Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam; kesungguhan dan kesabarannya dalam berdakwah yang penuh kelembutan dan kasih sayang, beragam ujian-baik fisik maupun batin-dihadapinya dengan penuh kesabaran, dengan tetap berdakwah untuk mengajak manusia agar beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Beliau senantiasa menerangi orang-orang yang berada dalm kegelapan dengan cahaya yang terang benderang, yaitu Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Setiap muslim patut menyampaikan salam dan shalawat kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam sebagai ekspresi cinta kepadanya.

Wallahu a’lam bishawab

Originally posted 2017-07-21 11:17:57.