Masih Merasa Sulit Mendapat Kecukupan Hidup? Bisa Jadi Amalan Ini Solusinya!

Sumber Foto Dari: Ummi-online.com

Di dunia, manusia seringkali dihantui oleh ketakutan-ketakutan yang menjadi senjata para syaitan untuk menggelincirkan kita ke jalan yang tidak dibenarkan oleh Allah dan Rasulullah. Di antara sekian banyak ketakutan, satu rasa takut yang mengendap di hampir seluruh hati manusia ialah takut jatuh miskin atau hidup dalam ketidakcukupan materi.

Ada sebagian manusia yang dengan jalan takdirnya dapat dengan mudah menemukan sumber-sumber rezeki untuk menghidupi keluarga. Namun ada pula sebagian yang lain, meski sudah bersusah payah tetap tidak mudah mendapatkan penghasilan, hingga keluarga hidup dalam ketidakcukupan. Meski kita tidak pernah tahu bagaimana Allah menetapkan takdir dan mengatur kehidupan, tetapi ikhtiar mesti harus selalu dimaksimalkan.

Jika merasa upaya sudah sampai pada batas tertingginya, maka sudah saatnya mengemis bantuan dari kekuatan yang tak bertepi, Kuasa Allah Subhanahu Wa Ta’aala. Mohonkanlah lewat cara-cara yang baik, amalan-amalan yang dapat mendekatkan diri dan pengharapan kita pada Allah.

Sebagai seorang muslim, sudah sewajibnya kita percaya, jika apa pun masalah kehidupan sudah tertuang solusinya secara jelas di dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Jika masih sulit mencari jalan keluar pada masalah yang dihadapi, itu murni tersebab kedhaifan kita memahami tanda-tanda Ke-Agungan Allah. Sebagaimana persoalan kesempitan rezeki, Allah sudah memberikan satu amalan sebagai solusi untuk menyelesaikannya, ialah shalat dhuha.

Baca Juga: Ingin Jadi Kaya Raya di Sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala? Kerjakanlah Amalan Ini!

Shalat dhuha ialah ibadah sunnah yang disyariatkan pengerjaannya pada pagi hari, dan sebaiknya sebelum kita memulai segala aktivitas duniawi. Mengerjakan dua rakaat shalat dhuha, ialah perwujudan dari penyerahan segala sesuatu hanya pada Allah. Hanya kepada Allah-lah diserahkan ketetapan dan ketentuan satu hari, sejak pagi hingga petang nanti. Hanya Allah-lah sebaik-baik tempat memohonkan permintaan di awal pagi, demi kelancaran pekerjaan, kemudahan mendapatkan rezeki.

Tertuang jelas dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Hakim dan Ath Thabrani, “Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas melakukan shalat empat rakaat pada pagi hari, yaitu shalat Dhuha, niscaya nanti akan Kucukupi kebutuhanmu hingga sore harinya.’”

Tiada yang dapat memastikan masa depan kita, meski hanya satu detik dari saat ini. Segala sesuatu yang ghaib mutlak hak Allah dalam menentukan. Tersebab itulah, sudah selayaknya sebagai manusia yang teramat tak berdaya ini, kita senantiasa menyandarkan segala harapan-harapan baik dan permohonan hanya pada Dia, Sang Maha Perkasa lagi Adi Daya.

Sempitnya rezeki, ketidakcukupan materi atau ketidakmampuan kita mendatangkan sumber-sumber rezeki, bisa sangat mungkin disebabkan oleh rasa sayang Allah agar sebagai seorang hamba, kita semakin dibujuk untuk mendekat kepada-Nya. Merintih dan berserah sepenuhnya kepada-Nya. Kembali ingat dan melibatkan Dia dalam setiap sisi kehidupan kita, dalam setiap masalah dan persoalan kita. Mungkin selama ini kita terlalu angkuh dengan mengutamakan kebisaan pribadi, kepintaran sendiri. Hingga lalai melibatkan Allah dalam segala sesuatu, termasuk dalam upaya mencari rezeki demi tercukupinya kebutuhan keluarga.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berjanji dalam sebuah hadist qudsi, barangsiapa yang mengerjakan shalat dhuha, maka akan dicukupkan oleh-Nya rezekinya. Dalam sebuah hadist qudsi yang diriwayatkan oleh  Tirmidzi, dari Abu Darda, “Wahai Anak Adam, rukuklah (shalatlah) karena aku pada awal siang (shalat Dhuha) empat rakaat, maka aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” 

Allah berikan solusi yang sesungguhnya tidak berat dijalankan, tetapi kebanyakan manusia justeru lalai terhadapnya. Inilah penyakit kita, yang tidak luput dari goda dan tipu daya syaitan. Seringkali lupa menjadikan Allah sebagai yang utama. Dalam hal apa pun, terkhusus dalam permohonan keberkahan mencari rezeki. Kemudahan mencukupkan kebutuhan sehari-hari.

Kecukupan hidup tidak selalu berarti jumlah materi, dijauhkan dari musibah, disehatkan jasmani, dimudahkan berikhtiar juga merupakan bagian terpenting dari rahmat dicukupkan. Dimudahkan dalam beribadah, di saat manusia lain ada yang belum terketuk pintu hatinya untuk menegakkan perintah Allah.

Kembalikanlah segala sesuatu pada Allah, Dzat yang Kuat dan Kuasanya melebihi apa pun di dunia.

Baca Juga: Kunci Bernilainya Amal Kebaikan Saat di Hisab pada Hari Perhitungan!

Originally posted 2017-07-26 03:46:37.