Apakah Dilarang Berbohong Meskipun Bercanda?

Sumber foto dari dakwahjomblo.com

Seringkali seseorang menggunakan kata-kata dusta atau bohong baik secara sengaja maupun secara tidak sengaja, dalam masalah serius maupun dalam hal bercanda. Kata-kata yang keluar secara langsung saat bercanda seringkali tidak disadari bahwa dilarang atau tidak perkataan tersebut, baik atau buruk perkataan tersebut, salah satunya yaitu berbohong. Menjadi suatu hal yang diwajarkan bahkan tak asing lagi jika seseorang kadangkala berbohong meskipun untuk membuat orang lain tertawa lepas dan merasa terhibur, baik secara langsung maupun dalam media-media sosial, namun apakah hal tersebut dilarang dalam Islam? Berikut simak ulasannya.

  • Hukum Berbohong Meskipun Bercanda

Sesungguhnya Islam tidak melarang bersenda gurau atau bercanda, namun jika berlebihan dan membawa perkataan bohong di dalamnya hal tersebutlah yang dilarang. Seperti yang dijelaskan dalam suatu hadits, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tidak mengatakan kecuali yang benar”. (HR. At-Thabrani)

Selain dalam bercandaan dengan teman, kata-kata bohong terkadang  juga diucapkan oleh orang tua kepada anakanya yang sedang menangis atau untuk menghibur. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam Maktabah Syamilah, Imam Abu Thayyib Muhammad Syamsul Haq berkata:

“Dalam hadits ini terdapat penjelasan bahwa apa yang diucapkan oleh orang-orang dengan bergurau atau bohong kepada anak-anak tatakala menangis, misalnya akan memberi sesuatu atau menakut-nakuti dari sesuatu (padahal tidak ada) adalah haram dan termasuk dusta.

Dalam hadits lain juga disebutkan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Seorang hamba tidak beriman dengan sempurna, hingga ia meninggalkan berkata bohong saat bercanda dan meninggalkan debat walaupun ia benar.” (HR. Ahmad)

Baca Juga: Rahasia Dibalik Keutamaan 10 Ayat Pertama Surah Al Kahfi yang Bisa Mencegah Fitnah Dajjal
  • Ancaman Bagi Orang yang Berkata Bohong Meskipun Bercanda

Ketika berbohong terkesan memberi kebahagiaan dalam canda sesaat, seharusnya dalam kebenaran lebih didapatkan kebahagiaan yang semestinya, yang tentunya diridhoi Allah Subhanahu wata’ala. Karena pada dasarnya setiap perilaku terdapat tanggung jawab dibelakangnya, dalam hal berbohong juga terdapat hukuman tersendiri bagi yang mengatakannya. Berdasarkan suatu hadits, dijelaskan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Celakalah orang yang berbohong (berdusta) untuk membuat orang lain tertawa, celakalah ia dan celakalah ia”. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Tentang suatu perkataan dusta atau bohong juga telah dijelaskan dalam Firman Allah:

“Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?” Sesungguhnya Allah tidak memberi ppetunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al An’am:144)

Dan tentunya bagi hamba yang mau meninggalkan kebiasaan berbohong tersebut, maka Allah akan memberikan kepadanya suatu balasan yang membahagiakan. Seperti yang dijelaskan dalam suatu hadits, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Aku menjamin sebuah rumah di pinggiran surga bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan meskipun mengandung kebenaran, aku juga menjamin rumah di tengah surga bagi siapa saja yang meningglakan kebohongan meskipun becanda, dan rumah di puncak surga bagi siapa saja yang memperbaiki akhlaknya (sampai berakhlakul karimah atau akhlak yang baik).” (HR. Abu Dawud)

Dengan demikian, merupakan suatu kebenaran jika terdapat suatu pernyataan bahwa diam itu emas, diam itu lebih baik daripada hanya akan membuat perkataan dusta. Dalam Islam tidak melarang bergurau atau bercanda, dan malah sangat menganjurkan untuk membuat orang lain bahagia, namun tentunya dengan cara yang haq (benar) sesuai dengan kaidah-kaidah Islam.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Keteguhan Abdullah bin Hudzafah Radhiyallahu ‘Anhu dalam Beragama Islam

Originally posted 2017-07-27 05:25:50.