Inilah Perkara yang Bisa Membuat Diri Kita Dicintai Oleh Orang Lain

Sumber foto dari google.com

Dalam lingkungan bermasyarakat, dicintai dan dihormati merupakan hal yang seringkali dicari. Banyak orang yang melakukan berbagai macam cara agar dirinya bisa menjadi orang yang di sorot oleh khalayak, namun adapula yang tidak mengharapkan hal seperti itu tetapi karena sesuatu yang spesial ada pada dirinya maka tanpa diminta, oranglain pun menyukainya.

Kita ketahui bersama bahwasanya dalam Islam, kita tidak pernah diajari ilmu pelet. Atau ilmu menerbitkan aura untuk mempengaruhi orang lain atau mengundang perhatian orang lain. Namun, kita hanya dimotivasi untuk menjadi hamba Allah yang bertaqwa dalam rangka mencari ridha Allah, jika Allah telah meridhai kita, maka Allah akan mencintai kita. Kemudian Allah akan membuat masyarakat dengan mudah mencintai kita.

Seperti ini yang dijanjikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Siapa yang dicintai Allah, maka Allah akan membuat penduduk bumi menerimanya.

Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ، ثُمَّ يُنَادِى جِبْرِيلُ فِى السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ وَيُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِى أَهْلِ الأَرْضِ

Sesungguhnya Allah Ta’ala apabila mencintai seorang hamba, Dia akan memanggil Jibril, “Sesungguhnya Allah mencintai si A, maka cintailah dia.” Lalu Jibrilpun mencintainya. Kemudian Jibril mengumumkan kepada seluruh penghuni langit, “Sesungguhnya Allah mencintai si A, maka cintailah dia.” Akhirnya para penduduk langit mencintainya. Lalu dia dibuat bisa diterima oleh para penduduk bumi. (HR. Bukhari 7485 & Ahmad 8500).

Baca Juga : Saya Anak Durhaka Tapi Orang Tua Sudah Meninggal, Bagaimanakah Cara Taubatnya?

Sebaliknya, ketika seseorang mengupayakan untuk dicintai orang lain, mencari cinta orang lain, namun dengan cara melanggar aturan syariat, justru Allah akan membuat orang lain membencinya. Sebaliknya, jika seseorang berupaya untuk menggapai ridha Allah, meskipun dibenci oleh manusia, Allah akan membuat mereka segan kepadanya.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنِ الْتَمَسَ رِضَى اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ ، رَضِيَ الله عَنْهُ ، وَأَرْضَى النَّاسَ عَنْهُ ، وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ ، سَخَطَ اللَّهُ عَلَيْهِ ، وَأَسْخَطَ عليه الناس

Siapa yang mencari ridha Allah meskipun dimusuhi masyarakat, maka Allah akan meridhainya dan Allah akan buat masyarakat menjadi ridha kepadanya. Sebaliknya, siapa yang mencari keridhaan manusia dengan mengundang murka Allah, maka Allah akan murka kepadanya dan Allah akan membuat masyarakat murka kepadanya. (HR. Ibnu Hibban 276 dan dihasankan al-Albani).

Dicintai Belum Cukup

Ustadz Abduh Tuasikal, memaparkan bahwasanya di alam ini ada makhluk taat kepada Allah dan ada makhluk yang durhaka. Dan mereka bisa saling akrab sesuai karakternya. Orang baik bisa saling mencintai orang baik. Orang jahat, memihak kepada orang jahat.

Karena itu, sebatas dicintai orang, belum cukup. Bagi muslim, tentu kita ingin yang mencintai kita adalah orang baik, orang yang bertaqwa. Ketika yang mencintai kita adalah orang yang bertaqwa, itu menjadi bukti bahwa kita bagian dari mereka. Seperti itulah yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam doanya.

Dari Muadz bin Jabar radhiyallahu ‘anhu, bahwa salah satu doa yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ

Ya Allah, aku memohon cinta-Mu, cinta dari orang mencintai-Mu, dan mencintai amal yang bisa mengantarkanku untuk mencintai-Mu. (HR. Ahmad 22109 & Turmudzi 3543).

Maka, dapat disimpulkan bahwa Tidak ada cara yang paling tepat agar kita dicintai orang lain selain berusaha untuk taat kepada Allah Ta’ala. Ketika Allah telah mencintai hamba-Nya, maka Allah akan membuat oranglain pun suka kepadanya.

Baca Juga : Setelah Akad Nikah, Kapankah Waktu yang Tepat untuk Walimah?

Originally posted 2017-07-27 05:39:36.