Mengapa Masjid Al-Aqsha Diperebutkan?

Sumber Foto Dari : www.pinterest.co.kr

Masjid Al-Aqsha, siapa yang tahu masjid yang satu ini? Masjid ini gencar menjadi rebutan orang-orang Israel. Al-Aqsha juga memiliki peran sentral dalam perkembangan peradaban manusia, karena sejak dahulu tempat ibadah ini menjadi tempat tersebarnya syiar-syiar para Nabi, berada di kota yarusalem. Sebuah kota yang menjadi saksi di utusnya para Nabi untuk berdakwah disana.

Al-Aqsha artinya jauh, yaitu jauh dari Masjidil Haram.

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam. Dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetaui” (Q.S. Al-Isra: 1)

Nama sebutan lain untuk masjid Al-Aqsha adalah Al-Ardhu Al-Mubarakah, yang artinya tanah penuh dengan keberkahan.

“Dan (telah kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu” (Q.S. Al-Anbiya: 81)

Mengapa disebut pebuh keberkahan? Karena di tempat ini banyak yang di utus untuk menjadi Nabi dan Rasul, selain itu Allah memberkahi penduduknya, tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang ada di dalamnya.

Nama lainnya untuk Al-Aqsha adalah Baitul Maqdis yaitu tempat suci.

Kawasan-kawasan resmi masjid Al-Aqsha meliputi seluruh area suci yang dikelilingi oleh dinding-dindingnya, yaitu seluruh area yang di pagarai atau dikelilingi tembok.

Lalu berapa luas masjid Al-Aqsha? yaitu seluas 144.000 m2, tembok-tembok pembatasnya memiliki panjang sekitar 491 meter di bagian barat, 462 meter di bagian timur, 310 meter di bagian utara, 281 di bagian selatan. Luas masjid Al-Aqsha ini tidak bertambah atau pun berkurang dalam kurun sejarahnya.

Baca Juga : Apa Saja Hak Allah di Pagi Hari, Agar Allah Menjaga “Dunia” Kita?

Lalu, mengapa masjid ini di perebutkan? Apa sajakah keutamaan dari Al-Aqsha?

  1. Al-Aqsha adalah kiblat utama Islam sebelum Ka’bah

“Dahulu Rasulullah shalat di Mekah dengan menghadap Baitul Maqdis dan Ka’bah beliau posisikan di hadapannya. Setelah 16 bulan dari hijrah beliau ke Madinah, beliau shalat dengan menghadap Ka’bah” (H.R. Ahmad)

2. Pahala orang yang shalat di wilayah masjid Al-Aqsha akan di lipat gandakan

“Satu shalat di masjidku lebih utama dari empat shalat di masjid Al-Aqsha, dan masjid Al-Aqsha adalah tempat shalat yang baik. Dan hampir tiba di suatu masa, dimana seseornag memiliki tanah seukuran tali kekang kudanya, dari tempat itu terlihat Baitul Maqdis, hal itu lebih baik baginya dari dunia seluruhnya atau beliau mengatakan lebih baik dari dunia dan segala yang ada di dalamnya” (H.R. Hakim dan Dishahihkan oleh Adz-Dzahabi)

Jadi, jika shalat di masjid Nabawi setara dengan 1000 kali shalat di tempat lain, dan shalat di masjid Al-Aqsha setara dengan 250 kali shalat di tempat lainnya.

3. Tempat Isra Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam. Dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetaui” (Q.S. Al-Isra: 1)

Dan pada Isra itulah Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam menjadi imam shalat bagi para nabi, hal ini menunjukan betapa berkahnya tempat ini.

4. Al-Aqsha adalah permukaan bumi yang dipilih Allah menjadi tempat landasan dari bumi menuju Sidratul Muntaha

“Dibawakan kepadaku Buraq. Ia adalah hewan tunggangan yang berwana putih, lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari binghal. Ada tanda di setiap ujungnya” beliau melanjutkan “Aku mengikat Buraq itu disalah satu pintu Baitul Maqdis, tempat dimana para nabi mengikat hewan tunggangan mereka. Kemudian aku masuk kedalamnya dan shalat dua rakaat, setelah itu aku keluar dari masjid, lalu Jibril mendatangiku dengan membawa bejana yang berisi khamr dan susu. Aku memilihh yang berisi susu lalu Jibril berkata ‘Engkau telah memilih fitrah’ setelah itu, kami pun Mi’raj menuju langit” (H.R. Muslim)

Masjid Al-Aqsha adalah milik umat Islam karena merupakan warisan dari risallah langit yang kemudian disempurnakan oleh ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam. Syariat Islam juga mengimani para Rasul, kita-kitabnya, dan membenarkan inti dari ajaran para Rasul tersebut.

“Dan kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab sebelumnya itu” (Q.S. Al-Maidah: 48)

Keimanan kepada para Nabi dan Rasul serta kitab-kitab yang Allah turunkan menjadi bagian dari rukun keimanan islam. Oleh karena itu orang-orang yang telah mengingkari ajaran-ajaran Nabi dan Rasul tidak patut mengklaim berhak atas Al-Aqsha

Wallahu A’lam Bishawab

Baca Juga : Hijrahlah, Seperti Sahabat Nabi dari Romawi Ini!