Makan Terlalu Kenyang, Haramkah?

Sumber foto dari salecca.co.uk

Makan merupakan kebutuhan dasar seseorang untuk dapat bertahan hidup. Namun disamping itu terlalu banyak makan justru akan membahayakan kesehatan. Selain dari segi kesehatan yang mengatur tentang bab makan, Islam juga memiliki adab-adab tentang makan. Lalu bagaimana jika makan terlalu kenyang? Apakah hukum Islam melarang? Berikut simak ulasannya.

  • Adab Makan Secara Islam

Dalam Islam terdapat kaidah tentang tentang makan, bahwasanya dianjurkan untuk tidak terlalu berlebihan, karena sesungguhnya segala yang berlebihan itu tetaplah tidak baik. Dijelaskan dalam suatu hadits, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut.  Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.”

Dari hadits tersebut menjelaskan bahwa adab makan yang baik menurit Islam adalah secukupnya, yaitu tidak kurang namun juga tidak berlebihan.

Baca Juga: Mengapa Masjid Al-Aqsha Diperebutkan?
  • Akibat Makan Terlalu Kenyang

Baynyak risiko yang ditimbulkan dari kebiasaan makan secara berlebihan, dalam kaidah Islam disebutkan bahwa akibat dari makan terlalu banyak dapat membuat kecerdasan berkurang, malas ibadah, banyak tidur, dan bahkan dapat menyebabkan kerasnya hati seseorang, seperti yang  dikatakan ole Ibnu Abi Hatim dari Ar Robi’, beliau berkata:

“Karena yang namanya kenyang membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, kecerdasan berkurang, lebih banyak tidur, dan malas ibadah.” (Siyar A’lamin Nubula, 10: 36)

Dalam keterangan lain juga mendukung penjelasan diatas, bahkan dijelaskan bahwasanya terlalu banyak makan dapat menyebabkan haram dengan dampak buruk yang ditimbulkan akibatnya. Berdasarkan yang dikemukakan Ibnu Hajar Rahimahullah berkata:

“Larangan kekenyangan dimaksudkan pada kekenyangan yang membuat penuh perut dan membuat orangnya berat untuk melaksanakan ibadah dan membuat angkuh, bernafsu, banyak tidur, dan malas. Bisa jadi hukumnya berubah dari makruh menjadi haram sesuai dengan dampak buruk yang ditimbulkan (minyalnya membahyakan kesehatan).”

Dalam pernyataan diatas dijelaskan pula bahwa dampak terlalu makan banyak dapat berakibat pada kesehatan. Seperti yang banyak kita ketahui bahwa sebagian besar penyakit datang dari makanan, baik secara jenis makanan yang kurang baik, sumber makanan yang kurang baik, maupun jumlah makanan yang tidak tepat. Dengan demikian, selain menjadi kebutuhan, makan merupakan pola yang harus diseimbangkan, tidak kurang, namun juga jangan berlebihan. Karena seseorang makan untuk hidup bukanlah hidup untuk makan sehingga bagi muslim adab makan haruslah disesuaikan dengan kaidah-kaidah Islam juga diserasikan dengan ilmu-ilmu pengetahuan tentang kesehatan agar tercipta muslim yang sehat lahir maupun batin.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Aurat Tak Sengaja Terbuka Ketika Sholat, Bagaimana Hukumnya?

 

Originally posted 2017-07-28 12:42:18.