Amalan Ringan Ini Bisa Membuat Seseorang Memasuki 8 Pintu Surga yang Diinginkan

Sumber foto dari google.com

Shalat merupakan ibadah wajib bagi setiap muslim yang berakal dan sudah baligh. Dan, salah satu syarat sah shalat adalah dalam keadaan suci, dalam hal ini yaitu mempunyai wudhu dan tentunya sedang tidak dalam kondisi berhadats, baik kecil maupun besar.

Berwudhu merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan, baik ketika akan melaksanakan shalat sunat ataupun wajib. lalu, ketika akan memegang dan membaca tilawah Al-Qur’an pun, kita harus dalam keadaan mempunyai wudhu.

Lalu, selain daripada itu, orang yang senantiasa memnjaga wudhunya tentu akan terhindar dari hal-hal yang tidak baik dan ternyata wudhu bisa membuat 8 pintu terbuka. Hal ini sebagaimana telah diriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ تَوَضَّأَ، فَقَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ، يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ.

‘Barangsiapa yang berwudhu lalu mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu‘ (aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan RasulNya), dibukakan untuknya pintu-pintu surga yang delapan, dan dia dapat masuk dari pintu manapun yang diinginkannya‘.” Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya. ((2 – Thaharah, 6 – Dzikir yang dianjurkan setelah wudhu, 1/209/234).Kitab ath-Thaharah, Bab adz-Dzikr al-Mustahab Aqiba al-Wudhu’, 1/209, no. 234, pent.)

Baca Juga : Ternyata Inilah Hukum Men-Share Berita Baik di Facebook

Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dengan tambahan,

اَللّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ.

Allahummaj ‘alni minat tawwabiina waj’alni minal mutathahhiriin” (Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri). (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Kitab ath-Thaharah, Bab Ma Yuqalu Inda al-Wudhu’, 1/77, no. 55). Tambahan ini berderajat hasan li ghoirihi.

Sebenarnya semua amalan shalih dan ketaatan tentu bermuaranya kepada surga dan segala kemaksiatan dan dosa tentu membawa pelakunya ke neraka, tentunya dengan izin Allah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

Seluruh umatku akan masuk jannah, kecuali yang enggan.” Maka dikatakan: “Wahai Rasulullah, siapa yang enggan?” Beliau menjawab: “Barangsiapa yang menaatiku maka dia pasti masuk jannah, sedangkan barangsiapa yang mendurhakaiku maka sungguh dia telah enggan (masuk jannah).” (HR. Al-Bukhari)

Untuk lebih lengkapnya bisa disimak video berikut.

Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Antara Kebaikan yang Terang-Terangan atau Tersembunyi, Manakah yang Lebih Utama?

Originally posted 2017-07-30 05:24:22.