Dzikir Ini Mengundang Pahala Berlimpah Walau Hanya dalam Hitungan Detik!

Sumber foto dari google.com

Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya 24 jam waktu yang dimiliki itu diisi oleh hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Jangan sampai sedetikpun kita lewatkan tanpa mengingat-Nya dan kemudian melakukan kelalaian. Maka, salah satu amalan yang harus senantiasa membasahi lisan kita adalah dengan berdzikir kepada-Nya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda,

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِى ، فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ

Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ : سُبْحَانَ اللَّهِ ، وبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Dua kalimat yang ringan diucapkan lisan, berat ditimbangan, dan dicintai oleh Al-Rahman (Allah): Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil ‘Adzim.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Siapa yang mengucapkan: Subhanallah wa Bihamdihi (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak seratus kali, maka dihapuskan segala kesalahan (dosa)-Nya walaupun sebanyak buih dilaut.” (Muttafaq ‘alaih)

Baca Juga : Orangtua Susah Dinasehati, Bagaimana Solusinya Menurut Islam?

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam dalam Taudhih al-Ahkam menjelaskan tentang fadhilahnya, “Maka barangsiapa yang menyucikan Allah (bertasbih) dan memuji-Nya (tahmid) sebanyak 100 kali pada pagi dan petang hari, niscaya mereka akan memperoleh pahala yang sangat besar; berupa diampuninya seluruh dosa dan kesalahannya meskipun jumlahnya amat banyak seperti buih di lautan. Hal ini adalah merupakan keutamaan yang mulia dan pemberian yang melimpah.”

Beliau melanjutkan, “Para ulama menyempitkan makna dari dosa-dosa yang akan diampuni dengan zikir ini, yaitu dosa-dosa kecil saja. Adapun dosa-dosa besar, tidak ada yang dapat menghapusnya kecuali taubat nasuha. Tetapi Imam al-Nawawi berkata: apabila seseorang tidak memiliki dosa-dosa kecil, maka diharapkan zikir tersebut dapat meringankan dosa-dosa besar yang telah ia lakukan.

 

Dari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda:

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِي الْجَنَّةِ

“Siapa yang membaca Subhaanallaah al-‘Adziim Wabihamdihi, maka akan ditanamkan untuknya satu pohon kurma di surga.” (HR. Al-TirmiDzi; beliau berkata: hadits hasan shahih gharib. Dishahihkan juga oleh Ibnu Hibban dena al-Hakim dengan disepakati imam Al-Dzahabi)

Maka, meskipun kalimat ini pendek dan hanya butuh waktu beberapa detiksaja untuk mengucapkannya, sudah sepantasnya kita mengusahakan untuk selalu mengamalkannya. Terlebih, setelah tahu bahwa pahalanya begitu banyak dan berlimpah. Pun, hati dan lisan akan selalu terjaga dengan selalu mengingat-Nya di setiap waktu.

Untuk lebih lengkapnya bisa disimak video berikut.

Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Apakah Termasuk Syirik Ketika Melewati Tempat Angker Mengucapkan Salam?

Originally posted 2017-07-30 05:42:44.