Istri yang Mencari Nafkah Namun Suami Tidak, Bagaimana Hukumnya?

 

Sumber foto dari pixabay.com

Pada zaman sekarang bukan merupakan halyang asing lagi ketika wanita bekerja membantu suami atau malah wanita memiliki penghasilan yang melebihi suami. Disamping hal tersebut bahkan terdapat kondisi bahwa hanya istrinya lah yang bekerja namun suami tidak bekerja. Lalu bagaimana Islam menyikapinya? Apakah diperbolehkan? Berikut simak ulasannya.

  • Hukum Mencari Nafkah

Dalam Al Quran, Allah Subahanahu wata’ala berfirman, bahwasanya:

“Kaum lelaki itu adalah pemimpin kaum wanita, oleh karenaAllah telah melebihkan sebagian mereka (kaum lelaki) atas sebagian yang lain (kaum wanita), dan karena mereka (kaum lelaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (An-Nisa: 34)

Dalam Shahih Muslim (997), dari Jabir, ia berkata bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Mulailah dari dirimu sendiri. Sedekahkanlah untuk dirimu. Selebihnya dari itu untuk keluargamu (anak dan istrimu). Selebihnya lagi dari itu untuk kerabat dekatmu. Selebihnya lagi dari itu untuk tujuan ini dan itu yang ada di hadapanmu, yang ada di kanan dan kirimu.”

Baca Juga: Ghibah Ada yang Diperbolehkan?
  • Hukum Diperbolehkannya Istri Mencari Nafkah

Jika istri bekerja dikarenakan suami enggan untuk mencari kerja, maka hal tersebut jelas tidak boleh dan hukumnya berdosa karena mencari nafkah adalah tugas utama suami. Dalam hadits dijelaskan dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Seseorang cukup dikatakan berdosa jika ia melalaikan orang yang ia wajib beri nafkah.” (HR. Abu Daud, No. 1692. Syaikh Al-Albani mengatakan hadits ini hasan)

Dalam hadits lain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Seandainya kalian betul-betu bertawakkal apada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang”. Disebutkan dalam hadits ini bahwa burung tersebut pergi pada waktu pagi dan pulang ketika sore hari dalam ikhtiar mencari rizki. Para sahabat juga berdagang dan mengolah kurma, maka mereka patut dijadikan teladan.” (Fath Al-Bari, 11: 305)

Imam Nawawi juga mengatakan bahwa:

“Nafkah kepada keluarga itu lebih afdhol dari sedekah yang hukumnya Sunnah.” (Syarh Muslim (7: 82)

Namun dalam kondisi lain, jika suami tidak mampu bekerja karena suatu halangan misalnya karena sakit dan suami tersebut sudah maksimal dalam ikhtiar mencari kerja namun belum kunjung mendapat kerja maka hukumnya diperbolehkan jika istri yang bekerja, namun suami haruslah bertoleransi pula untuk tidak mengambil hak istri secara keseluruhan dari hasil kerja tersebut. Sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran, bahwasanya:

“Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mas kawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (QS. An-Nisa: 4)

Dalam suatu hadit juga dijelaskan, Al Bukhari meriwayatkan hadits Abu Sa’id Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“ Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu ;anhu:… Zainab, intri Ibnu Mas;ud datang meminta izin untuk bertemu. Ada yang memberi tahu: “Wahai Rasulullah, ini adalah Zainab,”, beliau bertanya, “Zainab yang mana?” Maka ada yang menjawab: “(Zainab) istri Ibnu Mas’ud, “ beliau menjawab, “ Baiklah. Izinkanlaj dirinya, “Maka ia (Zainab) berkata: “Wahai, Nabi Allah. Hari ini engkau memerintahkan untuk bersedekah. Sedangkan aku mempunyai perhiasan dan ingin bersedekah. Namun Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa dirinya dan anaknya lebih berhak menerima sedekahku, “Nabi bersabda,” Ibnu Mas’ud berkata benar. Suami dan anakmu lebih berhak menerima sedekahmu.” Lalu Rasulullah menambahkan “ Benar, ia mendapatkan dua pahala, pahala menjalin tali kekerabatan dan pahala sedekah.”

Pemberian hasil kerja seorang istri kepada suami diperbolehkan namun dengan syarat istri tesebut ridha dan ikhlas dalam memberikannya, karena pada dasarnya hasil kerja istri sepenuhnya adalah hak miliknya. Namun jika suami dalam keadaan tidak mampu dan tidak mampu mencari pekerjaan meskipun sudah berikhiar maka, diperbolehkan jika istri yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Sungguh Allah tidak pernah memberatkan makhluk-Nya, karena setiap ujian pastinya Allah memberi jalan keluar bersamanya.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Meminjam Barang Hanya Sebentar Namun Tanpa Izin, Haramkah?

Originally posted 2017-07-31 05:27:17.