Ketika Materi Tak Menjamin Ketenangan, Inilah Resep Bahagia Sesungguhnya!

Sumber foto dari google.com
Bergelimang harta, dikaruniai anak yang shaleh dan shalehah, suami atau istri yang juga taat dan setia. Hal-hal tersebut merupakan salah satu kehidupan yang sangat diidam-idamkan oleh semua orang. Namun, bukan hidup jika tanpa rintangan dan ujian. Tapi, sebagai seorang muslim, seharusnya kita banyak bersyukur, karena bahagia itu tidak selalu harus dalam kondisi lapang tetapi dalam kondisi sempit sekalipun, jika kita tetap ikhlas dan senantiasa bersyukur atas nikmat yang Allah Ta’alaa berikan, pastilah kebahagiaan itu akan didapatkan dan ketenangan pun akan dirasakan.
Kecukupan materi tidak selalu menjadi penjamin kebahagiaan, karena akan bernilai percuma saja jika tidak disyukuri. Bahagia itu mudah, jika kita mau mensyukuri segala nikmat yang telah Allah Ta’alaa berikan.
Maka, terkait hal itu, marilah kita fahami bahwa resep hidup bahagia yang sesungguhnya bukan terletak pada materi tetapi pada hal-hal yang Allah cintai. KH. Abdullah Gymnastiar pernah menyampaikan dalam sebuah tausyiahnya, bahwa: “Bahagia itu tak usah dicari, karena sudah Ada namun kita yang menghilangkannya karena sangat kurang bersyukur”.
Syukur merupakan amal shalih atau amal kebaikan. Dan, kunci hidup bahagia itu diantaranya adalah dengan melakukan amal kebaikan, kapanpun dan dimanapun. Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An Nahl: 97). Ini adalah balasan bagi orang mukmin di dunia, yaitu akan mendapatkan kehidupan yang baik.

Baca Juga : Jangan Ragu Meninggalkan yang Haram, Karena Allah Akan Menggantinya dengan yang Halal

وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl: 97). Sedangkan dalam ayat ini adalah balasan di akhirat, yakni alam barzakh.

lalu, resep hidup bahagia lainnya adalah berhijrah di jalan Allah. Hijrah disini adalah berpindah dari kondisi hidup yang bergelimang maksiat menjadi pribadi yang lebih taat. Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَلَأَجْرُ الْآَخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui.” (QS. An Nahl: 41)

Selanjutnya, rsep bahagia yang harus kita lakukan lagi adalah taubat. Taubat yang dilakukan tentu taubat nasuha.

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ

Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (QS.Huud:3).

Kedua ayat tersebut  menjelaskan balasan di akhirat bagi orang yang beriman dan beramal sholeh. Begitu pula Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10)

Wallahu a’lam bish shawab.

Originally posted 2017-07-31 12:52:21.