Berhati-Hatilah Ketika Seorang Muslim Keluar Saat Hari Sudah Petang

 

Sumber foto dari gambargambar.co

Dijadikan siang sebagai waktu manusia beraktivitas serta waktu petang sebagai waktu beristirahat. Namun, sebagian orang terutama anak muda, seringkali malah menggunakan waktu petang tersebut untuk keluar dengan tujuan mencari hiburan atau ada kepentingan lainnya. Lantas bagaimana hukum keluar pada waktu petang? Apakah diperbolehkan dalam Islam? Yuk simak ulasannya.

  • Hukum Keluar Pada Petang Hari

Dalam suatu hadits dijelaskan bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Janganlah kalian melepas hewan-hewan ternak dan anak-anak kalian apabila matahari telah tenggelam hingga berlalu fahmah isya karena para setan keluar/ berjalan cepat apabila matahari tenggelam sampai berlalu fahmah isya.” (HR. Muslim, No. 2013)

Al-Imam An-Nawai Rahimahullah menjelaskan:

“Dalam hadits ini terdapat sejumlah kebaikan dan adab yang mengumpulkan dunia dan akhirat. Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan umatnya untuk melakukan adab-adab ini karena dengan melakukannya berarti menempuh sebab keselamatan dari gangguan setan. Setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup dan tidak dapat pula mengganggu anak kecil dan selainnya apabila dilakukan perkara ini (dengan menyebut nama Allah/mengucapkan bismillah).” (Syarah Shahih Muslim, 14/185)

Baca Juga: Istri yang Mencari Nafkah Namun Suami Tidak, Bagaimana Hukumnya?
  • Bahaya Keluar Pada Petang Hari

Dalam suatu hadits disebutkan bahaya apabila keluar malam yaitu rawan terkena pengaruh setan yang pada waktu-waktu tersebut sedang gencar keluar dan mengincar keberadaan manusia. Seperti yang disebutkan dalam hadits tersebut bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Apabila malam telah datang (setelah matahari tenggelam), tahanlah anak-anak kalian, karena setan bertebaran ketika itu. Apabila telah berlalu sesaat dari waktu ‘isya lepaskanlah (biarkanlah) mereka, tutuplah pintumu, dan sebutlah nama Allah (mengucapkan Bismillah)…” (HR. Al Bukhari, No. 3280)

Ibnul Jauzi Rahimahullah menyatakan pula terkait hadit tersebut bahwasanya:

“Apabila bila anak-anak kecil berkeliaran di rumah pada waktu tersebut dikhawatirkan mereka akan mendapat gangguan setan sementara anak-anak umumnya belum dapat berdzikir yang mana dengannya bisa membentengi diri merek dari setan. Setan tersebut ketika betebaran mareka bergantungan dengan apa yang memungkinkan bagi mereka untuk bergantung”. (Fathul Bari, 6/411)

Berkaitan dengan hadits yang menganjurkan untuk tidak keluar pada waktu petang tersebut, maka Imam Ibnu ‘Abdil Barr Rahimahullah mengatakan bahwasanya:

“Di dalam hadits ini terdapat perintah untuk menutup pintu-pintu rumah pada waktu malam hari, dan hal ini merupakan suatu sunnah yang diperintahkan sebagai bentuk kebaikan bagi manusia dalam melawan setan dari jenis jin dan manusia. Adapun sabda beliau,”karena setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup dan mengurai tali merupakan sebuah pemberitahuan dan pemberitaan dari beliau akan nikmat Allah ‘azza wa jalla untuk hamba-hamba-Nya dari golongan manusia dengan tidak diberikannya bangsa jin kemampuan menyingkap tutup bejana, hal-hal ini telah diharamkan bagi mereka. Di sisi lain, bangsa jin diberi kemampuan lebih dibandingkan manusia berupa kemampuan tidak terlihat oleh manusia dan kemampuan untuk merasuki manusia, sedangkan manusia tidak dapat merauki.” (Al-Istidzkar, 8/363)

Dengan demikian karena bahaya keluar pada waktu petang tersebut sangat dianjurkan untuk terus berdzikir meminta perlindungan dari Allah Subhanahu wata’ala. Sungguh hanya kepada Allah lah tempat kita meminta perlindungan dan pertolongan.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Agar Dosa Berubah Menjadi Pahala, Perkara Inilah Kuncinya!

Originally posted 2017-07-31 14:47:08.