Shalat Selama 60 Tahun Tapi Tidak Ada Satu Pun Yang Diterima, Apa Penyebabnya?

Sumber Foto Dari: www.mediamaya.net

Ibadah shalat merupakan bagian dari ketundukan hamba kepada sang pencipta, setiap gerak dan ucapan yang ada akan bermakna. Maka kesempurnaan melaksaanakan shalat menjadi keutamaan. Sholat juga menjadi suatu kebutuhan bagi setiap muslim, karena keselamatan dunia dan akhirat tergantung bagaimana hubungan hamba dan sang pencipta

Ibnul Qayyim berkata, “Seorang hamba di hadapan Allah memiliki dua kondisi, pertama, di dunia. Kedua, di akhirat. Jika yang pertama itu baik (yakni saat ia shalat) maka akan baik dan indah pula yang akhirat.  Jika yang disini itu buruk dan terlalaikan maka yang di akhirat  akan mengikutinya.”

Shalat merupakan ibadah yang akan pertama kali dihisab oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Shalat menjadi tolak ukur ibadah lainnya, apabila shalatnya baik maka amalan dan ibadah lainnya akan baik pula. Selain itu dalam pelaksanaan shalat dapat berdampak pada amalan-amalan yang lain yang kita lakukan. Apabila kita telah melakukan shalat dengan benar dan mengerti keutamaannya, maka akan berdampak pada hubungan kita kepada Sang Pencipta Alama Raya, juga makhluk-makhluk ciptaan-Nya.

Dalam sebuah hadist riwayat Imam At-Tirmidzi, “Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan dimintai pertanggungjawaban ) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugianmenimpanya”. 

Baca Juga: Terburu-Buru Mendatangi Shalat Berjamaah, Bolehkah?

Maka tidak ada alasan lain bagi setiap muslim untuk tidak memperbaiki kualitas shalatnya. Sebab kualitas shalatnya bisa berdampak pada kualitas amalan dan ibadah-ibadah lainnya. Memperbaiki semua sisi tanpa kecuali. Melancarkan bacaannya, memperbaiki gerakannya, meluruskan niat dan peruntukannya. Mengerjakannya dengan khusyu’ dan tumakninah. Hindari terburu-buru sebab khawatir ketinggalan perkara duniawi. Jadikanlah Allah lebih penting dari apa pun, maka insyaAllah akan dimudahkannya pula setiap urusan-urusan kita di dunia.

Dalam sebuah hadist hasan yang diriwayatkan oleh al-Ashbahani, “Sesungguhnya (ada) seseorang yang shalat selama enam puluh tahun, namun tidak ada satu shalat pun yang diterima. Barangkali orang itu menyempurnakan ruku’ tapi tidak menyempurnakan sujud. Atau menyempurnakan sujud, namun tidak menyempurnakan ruku’nya.”

Dalam keterangan lain, Imam Ahmad menegaskan pada riwayatnya shahihnya, “Pencuri paling buruk adalah mencuri shalatnya” ditanya kepada beliau, “ ya Rasulullah, bagaimana ia mencuri shalatnya? Beliau menjawab: ia tak menyempunakan rukuk dan sujudnya. Dan orang paling pelit adalah orang yang pelit dengan salam”. 

Ada sebagian orang yang terkadang kita melihatnya seperti tergesa-gesa dalam shalat. Belum sempurna rukuknya, bergegas berdiri. Belum sempurna sujudnya, bergegas bangkit. Shalat dikerjakan dengan sangat cepat. Entah apa tujuan dan sebabnya, yang jelas sudah tertera jelas dalam peringatan Rasulullah, berhati-hatilah terhadap shalat yang tidak bernilai apa-apa di sisi Allah.

Maka penting untuk memperhatikan setiap hal kecil dari bagian shalat, karena setiap yang ada dalam shalat akan mempengaruhi diterima atau tidaknya. Tuntunan dalam shalat sudah dijelaskan, termasuk rukun-rukun yang ada didalamnya, penjelasan tersebut gamblang di berbagai hadist Rasulullah. Maka tugas kita sebagai hamba hanya mempelajari dan mengamalkan, demi kesempurnaan ibadah shalat yang dijalankan.

Baca Juga: Bagi Kamu Yang Sering Berdiri di Belakang Imam Saat Shalat Berjamaah, Perhatikan Beberapa Hal Ini!

Originally posted 2017-08-01 04:10:03.