Amalan Ringan Berpahala Surga, Solusi Cepat Meraih Kebaikan

Sumber foto dari google.com

Bagi seorang muslim, setiap detik, menit, jam, hari, minggu sampai tahun yang dilewati sudah seharusnya menyisakan jejak kebaikan untuknya. Ada peribahasa yang menyebutkan, “Waktu itu seperti pedang”. Dalam hal ini, jika kita memanfaatkannya dengan baik maka pedang itu akan perlahan menebas dan membunuhnya.

Menyadari bahwa waktu yang kita miliki terbatas, tetapi kesempatan untuk melakukan amal kebaikan tidak terbatas. Allah Ta’alaa menyediakan begitu banyak amalan ringan tetapi berpahala surga. Hal ini tentumenjadi kesempatan, dimana menjadi solusi cepat meraih kebaikan. Perhatikan hadits berikut ini:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ، كُلُّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمْشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ وَ تُمِيْطُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ [رواه البخاري ومسلم ]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,ia mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Setiap persendian manusia ada sedekahnya setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya, kamu mendamaikan di antara dua orang adalah sedekah,kamu membantu seseorang untuk menaikkannya di atas kendaraannya atau mengangkatkan barangnya di atasnya adalah sedekah, kalimat yang baik adalah sedekah, pada tiap-tiap langkah yang kamu tempuh menuju shalat adalah sedekah, dan kamu membuang gangguan dari jalan adalah sedekah.”(HR.al-Bukhari ,no.2989 dan Muslim, no 1009)

Baca Juga : Antara Sedekah dan Membayar Utang, Ternyata Inilah yang Harus Didahulukan

Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda:

“Sesunguhnya Allah menciptakan setiap manusia dari Bani Adam dengan 360 persendian. Barangsiapa yang bertakbir, bertahmid, bertahlil, bertasbih dan beristighfar serta menyingkirkan batu dari tengah jalan, duri atau tulang dari tengah jalan yang dilewati manusia, menyuruh yang ma’ruf atau mencegah yang mungkar sebanyak 360 persendian tersebut, maka ia berjalan pada hari itu dalam keadaan telah mengentaskan dirinya dari neraka.” (Shahih Muslim, no: 1007)

Dalam hadits lain dari riwayat Muslim disebutkan,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِصَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap hari tiap-tiap persendian seseorang dari kalian ada sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah ,setiap takbir adalah sedekah, menyuruh yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah, dan cukup dari itu (semua) dua rakaat Dhuha yang dikerjakannya.” (HR.Muslim,no. 720)

Maka, meskipun itu hanya dengan menyingkirkan kerikil di jalan, Allah tetap limpahkan pahala kebaikan bagi yang melakukannya. Apalagi jika lisan terus dibasahi dengan tasbih, tahlil, tahmid dan takbir. Berapa banyak pahala kebaikan yang Allah limpahkan setiap detiknya? Sungguh, tidak ada kesia-siaan jika kita terus mengupayakan diri untuk melakukan amal kebaikan.

Wallahu a’lam bish shawwab.

Baca Juga : Inilah Shalat Gaya Munafik, Apakah Kita Termasuk Orang yang Seperti Itu?

Originally posted 2017-08-01 21:46:07.