Hati-Hati, Inilah Dua Shalat yang Teramat Berat Bagi Orang Munafik!

Sumber Foto Dari: bersamadakwah.net

Sebagaimana sudah kita ketahui bersama, jika dalam satu hari ada lima waktu wajib bagi seorang muslim untuk menghadap Allah azza wa jalla. Tak seorang pun isa menawar dan tak seorang pun bisa terhindari dari kewajiban menjalankan ibadah shalat lima waktu. Siapa pun dia, dan kapan pun. Kecuali pada keadaan yang dringankan oleh Allah, seperti keringanan yang diberikan pada orang gila, mabuk, koma berkelanjutan (tidak sadar).

Sebagai sebuah kewajiban, tentu seharusnya kita dapat melaksanakannya dengan baik dan tidak bermalas-malasan. Shalat ialah satu dari upaya kita dalam mensyukuri nikmat yang Allah senantiasa berikan tanpa putus. Shalat pula sebagai bagian dari bukti penghambaan seorang muslim. Semestinya bahagialah kita di setiap datangnya waktu shalat, sebab Allah yang secara khusus mengundang hambanya untuk bertemu sebanyak lima kali dalam satu hari. Diberikan kesempatan oleh Dia untuk memohon, mengadu dan meninggikan pengharapan lima kali dalam sehari. Diberikannya kesempatan untuk mencari solusi terbaik untuk berbagai persoalan hidup sebanyak lima waktu  dalam sehari.

Meski begitu, ada dua waktu shalat yang teramat berat bagi orang-orang munafik. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Darimi, Sesungguhnya tak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafik dari pada shalat Isya`& shalat Subuh. Seandainya mereka mengetahui apa yang ada pada keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak.”

Munafik ialah ketika seseorang tergolong pada tiga; jika berkata ia dusta, jika dipercaya ia khianat, dan jika berjanji ia ingkar. Bagi orang-orang munafik, shalat Isya dan Subuh sungguh berat untuk dikerjakan. Hingga tidak sungkan mereka untuk meninggalkan, tanpa beban dan rasa takut akan dosa.

Baca Juga: Shalat Selama 60 Tahun Tapi Tidak Ada Satu Pun Yang Diterima, Apa Penyebabnya?

Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan, bahwa semua shalat itu berat bagi orang munafik, sebagaimana disebutkan di dalam firman Allah Surah At-Taubah ayat 54, “Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas.” Akan tetapi, shalat Isya dan shalat Subuh lebih berat bagi orang-orang munafik, karena rasa malas yang menyebabkan enggan melakukannya. Sebab shalat Isya adalah waktu di mana orang-orang beristirahat, sedangkan waktu Subuh adalah waktu nikmatnya tidur.

Sebab utama mengapa dua waktu shalat ini yang terberat bagi orang-orang munafik, ialah karena mereka mengerjakan shalat bukan semata-mata untuk Allah, tetapi agar dilihat oleh sesama manusia. Melaksanakan shalat hanya tersebab ingin diberi pujian dunia, tanpa memahami dengan baik hakikat diperintahkannya dan untuk apa kita menjalankannya.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al’Utsaimin rahimahullah menjelaskan dalam Syarh Riyadhis Sholihin, “Orang munafik itu shalat dalam keadaan riya’ dan sum’ah (ingin dilihat dan didengar orang lain). Di masa silam shala Shubuh dan shalat ‘Isya’ tersebut dilakukan dalam keadaan gelap sehingga mereka -orang munafik- tidak menghadirinya. Mereka enggan menghadiri kedua shalat tersebut. Namun untuk shalat lainnya, yaitu shalat Zhuhur, ‘Ashar dan Maghrib, mereka tetap hadir karena jama’ah yang lain melihat mereka. Dan mereka kala itu cari muka dengan amalan shalat mereka tersebut. Mereka hanyalah sedikit berdzikir kepada Allah.

Di masa silam belum ada lampu listrik seperti saat ini. Sehingga menghadiri dua shalat itu terasa berat karena mereka tidak bisa memamerkan amalan mereka. Alasan lainnya karena shalat ‘Isya itu waktu istirahat, sedangkan shalat Shubuh waktu lelapnya tidur.” 

Orang-orang munafik tidaklah memerdulikan bagaimana ganjaran yang Allah akan berikan bagi siapa pun yang bergerak menjalankan shalat Isya dan Subuh berjamaah di masjid. Bahkan digambarkan oleh baginda Rasulullah, “jika mereka mengetahui, maka akan pergi meski dalam keadaan merangkak.” Teramat istimewalah bagi orang-orang yang tegak mendirikan shalatnya, terlebih istiqamah menjalankan lima waktunya untuk selalu berjamaah di masjid. Sebab tiada lagi alasan bagi kita manusia untuk tidak mempersembahkan yang terbaik kepada Sang Ilahi Rabbi.

Maka berhati-hatilah, menakar diri masing-masing dalam-dalam. Apakah kita termasuk orang-orang yang juga sulit melaksanakan shalat di dua waktu itu? Jika ia, bersegeralah berubah. Jangan sampai kita termasuk ke dalam golongan orang yang disebut munafik oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 

Baca Juga: Inilah Orang Yang Menentukan Diterimanya Pahala Haji Seluruh Jamaah, Bagaimana Bisa?

Originally posted 2017-08-02 07:02:46.