Berobat dengan Media Hewan ini, Haramkah?

Sumber foto dari news.okezone.com

Sehat atau sakit merupakan dua hal yang mengisi kehidupan manusia. Dalam keadaan sakit tentunya seseorang akan mencari sumber penyembuh baginya, hingga terkadang seseorang jarang memikirkan halal atau haram jenis obat yang dipilihnya. Lalu apa sajakah jenis hewan yang sebagian besar hukum Islam mengharamkannya? Dan apakah ada yang diperbolehkan? Berikut simak ulasannya.

Hukum yang Melarang

Ibnu Hazm mengatakan bahwa:

“Tidak halal memakan siput darat, juga tidak halal memakan sesuatupun dari jenis hasyarat, seperti: cicak (termasuk tokek), kumbang, semut, lebah, lalat, dan semua jenis cacing.” (Al Muhalla: 7/405

Adapun yang dimaksud dengan “Hasyarat” adalah binatang kecil seperti bangsa serangga, tikus, kalajengking dan sebagainya. Dalam kitab Al Mu’jam Al Wasith dijelaskan:

“Hasyarat adalah binatang kecil berupa serangga bumi seperti kumbang, kalajengking, melata kecil semisal tikus, kadal/cicak serta semua binatang yang memiliki tiga fase: telur, ulat, dan kupu-kupu.” (Al-Muj’am Al Wasith 1/175, syamilah)

Ibnu Hazm Rahimahullah berkata:

“Tidak halal memakan siput darat, juga tidak halal memakan sesuatupun dari jenis hasyarat, seperti: cicak (termasuk tokek), kumbang, semut, lebah, lalat, cacing, kutu, nyamuk, dan yang sejenis dengan mereka. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wata’ala, “Diharamkan untuk kalian bangkai”, dan firman Allah Subhanahu wata’ala “Kecuali yang kalian sembelih”. Dan telah jelas dalil yang menunjukkan bahwa penyembelihan pada hewan yang bisa dikuasai/ dijinakkan, tidaklah teranggap secara syar’i kecuali jika dilakukan pada tenggorokan atau dadanya. Maka semua hewan yang tidak ada acara untuk bisa menyembelihnya, maka tidak ada cara/ jalan untuk memakannya, sehingga hukumnya haram karena tidak bisa dimakan, kecuali bangkai yang tidak disembelih (misalnya ikan dan belalang yang halal bangkainya”. (Al-Muhalla: 7/405)

Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata:

“Dalam mazhab ulama syafi/iyah, hasyarat bumi (mengenai binatang-binatang kecil) seperti ular, kalajengking, kumbang/serangga, tikus, dan lain-lain, hukumnya adalah haram.” (Al Majmu: 9/17-18

Hukum tentang diharamkannya hasyarat tersebut adalah menurut sebagian kesepakatan ulama dengan madzhab Syafi’iyah.

Baca Juga: Perhatikan Adab Ta’aruf Sebelum Menikah
Hukum yang Membolehkan

Pendapat ini memperbolehkan hasyarat dengan syarat dimatikan terlebih dahulu dan tidak membahayakan. Terdapat fatwa ulama yang mengatakan:

Pendapat yang membolehkan makan hasyarat semuanya, asalakan tidak membahayakan. Ini adalah pendapat ulama Malikiyah. Akan tetapi mereka mempersyaratkan halalnya dengan cara disembelih/ dimatikan.”

Ulama lain juga berpendapat untuk menghalalkan hewan tersebut berdasarkan Ayat Al Quran yang menjelaskan bahwasanya dalam keadaan terpaksa diperbolehkan untuk memakan makanan tersebut dalam keadaan terpaksa, tidak berlebihan, dan sebenarnya tidak berniat menginginkannya.

“ Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Baqarah: 173)

“Padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya.” (QS. Al An’am: 119)

Sungguh setiap penyakit pasti Allah cipatakan pula obatnya. Pun sebagai ikhtiar kita untuk seharusnya memilih obat yang baik dan halal terhadap penyakit yang sedang kita alami. Maha Suci Allah dengan segala ketentuan-Nya.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga:Banyak Menangis Hingga Buta di Akhir Hayat, Ulama Ini Takut Jika Bekal Belum Cukup

 

Originally posted 2017-08-02 10:33:48.