Berselisih Lebih Dari Tiga Hari, Perhatikan Hukum ini!

 

Sumber foto dari travel.tribunnews.com

Terkadang karena memperdebatkan suatu hal seringkali dua orang menjadi bermusuhan. Pada zaman sekarang, perselisihan tidak hanya melaui langsung tatap muka, namun juga dipermudah oleh banyaknya media sosial, yang seharusnya menjadi tempat menyambung silaturrahmi justru terkadang menjadi sebaliknya. Lalu bagaimanakah hukum jika berselisih lebih dari tiga hari? Yuk simak ulasannya

Hukum Berselisih Lebih Dari Tiga Hari

Dari penjelasan suatu hadits, berselisih sangat dilarang, terutama sangat dilarang jika sudah melebihi tiga hari. Dari Abi Ayyub Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Tidak halal bagi seorang muslim memboikot (tidak menegur) dengan saudaramnya diatas tiga hari, mereka bertemu sebaik-baiknya adalah yang memulai dengan salam.” (HR. Muttafaq ‘alaihi)

Dalam hadits lain diterangkan pula, dari Ana bin Malik bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Janganlah kalian saling memutuskan hubungan, jangan saling membelakangi, jangan saling bermusuhan, jangan saling hasud. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim untuk tidak bertegur sapa dengan saudaranya di atas tiga hari.” (HR. Muttafaq ‘alaihi)

Baca Juga: Memajang Foto atau Lukisan Makhluk Bernyawa, Haramkah?
Akibat Jika Berselisih Lebih Dari Tiga Hari

Dalam suatu hadits telah dijelaskan bahwasanya kedua orang yang sedang bertengkar maka tidak diampuni dosanya hingga ia mau berdamai. Dalam Shahih Muslim, hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka akan diampuni semua hamba yang tidak mnyekutukan Allah dengan sesuatupun, kecuali dua orang laki-laki yang terdapat permusuhan antara dia dengan saudaranya. Maka dikatakan: “Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai, sampai keduanya berdamai. Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai.”

Dalam hadits lain dijelaskan, Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Tidak ada sesuatupun yang lebih berat di dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat, dari akhlak yangbaik. Dan sesungguhnya Allah membenci orang yang berakhlak jelek, lagi al badzii..” (HR. Tirmidzi)

Abu Umamah Al-Bahily Radhiyallahu ‘anhu bekata bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Saya menjamin sebuah rumah di surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan kendati dia benar, rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kebohongan kendati hanya bercanda, dan rumah di tingkat atas surge bagi orang yang memperbaiki akhlaknya (sampai menjadi akhlak hasanah).” (HR. Abu Dawud)

Jabir Radhiyallahu anhu bekata bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Sesungguhnya termasuk orang yang paling saya cintai diantara kalian, dan paling dekat dengan saya tempat duduknya pada hari kiamat; adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan sesungguhnya termasuk orang yang paling saya benci diantara kalian, dan paling jauh dengan saya tempat duduknya pada hari kiamat; adalah tsartsaarum (orang yang banyak bicara dengan berlebih-lebihan dan keluar dari kebenaran), mutasyaddiqun (orang yang banyak bicara dengan tidak hati-hati), dan mutafaihiqun.”

Sungguh menjalin ukhuwah adalah hal indah yang hendaknya diistiqomahkan oleh setiap muslim. Jika pun berselisih, maka hendaknya segeralah meminta maaf dan sambung tali silaturrahmi lebih baik lagi. Karena sesungguhnya pertengkaran hanya akan menimbulkan hidup tidak tenang serta tidak menyelesaikan suatu permasalahan.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Ikuti Ajaran Rasulullah Agar Sehat dan Awet Muda!

Originally posted 2017-08-03 22:43:51.