Divonis Penjara Karena Ajak Siswanya Kepada Jalan Kebaikan, Begini Kronologisnya!

Sumber Foto Dari : Google

Tugas yang diemban oleh para guru memang bukanlah hal yang sepele, apalagi karena menyangkut mendidik anak orang lain. Tugas untuk mendidik dan memberikan pembelajaran sesuai dengan visi dan misi, yang sudah ditetapkan jauh-jauh hari sebelum merekrut siswa/i baru sepertinya menjadi beban tersendiri bagi para guru. Apalagi tempo lalu telah disahkan UU mengenai dilarangnya guru untuk bertindak kasar,  dan anarkis pada siswa/i nya. UU itu dibuat sedemikan rupa untuk melindungi anak-anak dari perilaku sebagian guru yang kurang baik, dan agar mendapat bimbingan terbaik dari guru-gurunya. Hal ini justru malah dibuat senjata bagi para siswa/i yang merasa sedikit tidak nyaman dengan peraturan sekolah yang ada untuk menentang gurunya sendiri.

Baca Juga : Gadis Berusia 17 Tahun Ini Do’anya Selalu Dikabulkan, Ini Rahasianya!

Hal memprihatinkan ini terjadi pada bulan Februari 2017 silam. Seorang guru divonis penjaga hanya karena mengajak siswanya menjalankan peraturan sekolah dan perintah agama. Kejadian ini dinilai mencoreng dunia pendidikan Indonesia, terlebih lagi nama guru dan nama sekolahnya. Padahal sejatinya, siswa tidak dianiaya oleh gurunya maupun sekolahnya.

Guru mata pelajaran agama di SMAN 3 Parepare yang memiliki nama Darmawati ini, dituduh melakukan pemukulan kepada siswanya. Kejadian ini bermula ketika waktu shalat Zhuhur sudah tiba, sedangkan sejumlah siswi terlihat masih berkeliaran. Darmawati berinisiatif segera menegur siswi-siswinya agar segera shalat zhuhur. Darmawati bersikap tegas dengan mengibaskan mukena dan mengenai siswi dengan inisial AY. Sikap tegasnya ini berlandaskan pada peraturan di SMAN 3 Parepare tentang kewajiban untuk shalat Zhuhur berjamaah bagi siswa muslim.

Ketegasan Darmawati ini dinilai tidak baik bagi AY, kemudian AY pun lantas mengadukan perilaku Darmawati kepada orang tuanya. Tanpa pikir panjang, orang tua AY langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Maka segeralah polisi memproses laporan tersebut.

Dikutip dalam Liputan6, Guru agama ini membantah memukul AY. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya menepuk pundak AY menggunakan mukena. Hal itu terbukti dari hasil visum terhadap AY dan tidak ditemukan luka sedikitpun.

Begini klarifikasi dari Darmawati, “Hasil visum dokter tidak ada luka, bagaimana mau ada luka karena memang tidak dipukul hanya ditepuk.” Dan Darmawatipun menyesali wali murid yang melaporkan dirinya ke polisi, hanya karena tindakan tegasnya untuk menegur siswanya yang lalai salat berjamaah.

Darmawatipun menuturkan dirinya sebagai guru yakni penganti orangtua di sekolah hanya mengiginkan siswa-siswinya taat beragama dengan membiasakan shalat berjamaah di masjid. Beginilah keprihatinan yang dialami oleh pendidikan di Indonesia masa kini. Antara guru dan orang tua murid yang kurang berkerja sama dalam mendidik anak-anaknya, sehingga timbul kesalah pahaman yang berujung pada jeruji penjara.

Wallahu ‘Alam Bisshawab

Baca Juga : Apakah Benar Kiamat Sudah Dekat? Ketahuilah Tanda-Tandanya Ini!