Inilah Fakta Unik Tentang Hubungan Vanesia dan Dunia Islam yang Harus Diketahui

Sumber Foto Dari : Google

Islam sebagai agama Rahmatil Lil ‘Alamin sudah menjuru ke seluruh dunia tanpa terkecuali. Begitu pula dengan Islam di Benua Eropa. Meski kini di Benua Eropa penduduk mayoritas bukan Islam, dan lagi bukti-bukti sejarah tentang peradaban Islamnya pun nyaris tak terlihat.

Ratusan tahun yang lalu, tepatnya sebelum kota-kota di pelabuhan Eropa Barat berjaya, Vanesia terlebih dulu sudah bekembang menjadi pusat perdagangan laut antar Benua. Inilah yang menyebabkan kota di Italia Utara menjadi ajang akulturasi antara budaya Barat dan Timur.

Bermula dari ajang akulturasi dengan budaya Timur inilah bermula hubungan Vanesia dan Islam hingga kini. Beberapa bukti-bukti sejarah dunia Islam pun masih terdapat di sebuah tempat bernama Palazzo Zen. Hal ini diperkuat oleh salah seorang penulis yang memaparkan tentang sejarah tempat itu.

Richard Covington, seorang penulis tentang budaya sejarah dan sains di Lembaga Keilmuan Smithsonian mengatakan bahwa Palazzo Zen itu rumah salah satu keluarga bangsawan di Vanesia. Tempat itu dahulu penuh dengan lukisan dinding yang mencerikatan tentang kontribusi keluarga Zen terhadap Republik Vanesia serta peranan mereka dalam perdagangan ke wilayah Timur. Hal tersebut menjadi bukti eratnya hubungan antara dunia Islam dan Vanesia. Karena pada saat itu terdapat banyak pedagang dari Alexandria, dan Mesir datang ke Vanesia.

Hubungan yang erat ini kemudian berpengaruh pada budaya dan cara hidup pedagang Muslim yang cenderung menyerupai budaya dan cara hidup warga Vanesia. Hal ini dibuktikan dengan pedangan Muslim lebih memilih pedagangan dan pengusaha dari pada ikut serta berperang membela pasukan Salib.

Baca Juga : Benarkah Istana Dajjal Telah Berdiri Megah di Madinah? Pertanda Kiamat Sudah Dekat?

Republik Vanesia yang kala itu sebagai pintu masuk untuk berbagai barang impor ke Eropa, terlebih lagi berbagai barang mewah dari Asia dan Timur Tengah, seperti karpet dan tekstil. Walter Denny, profesor seni dari Universitas Massachusetts dalam artikelnya berjudul “Vanesia dan Dunia Islam” mengatakan “aktivitas dagang ini membuka peluang sangat lebar bagi Eropa untuk berinteraksi dengan budaya Islam dan menginspirasi mereka untuk menciptakan berbagai produk.”

Dalam artikelnya juga ia menambahkan beberapa kota-kota besar dari dunia Islam turut serta dalam konsul dagang di Vanesia. Adapun kota-kota besar tersebut antara lain, Alexandria, Istanbul, atau Konstantinopel, Damaskus, Allepo, Trebizond, Acra, dan Tabriz. Mereka mengisi dunia konsul dagang dalam berbagai latar belakang yang berbeda, seperti keterampilan yang terdiri atas penjahit, pedagang, dokter, tukang tukur, dan lain sebagainya.

Demikianlah kontribusi dunia Islam di Vanesia, yang menjadi salah satu latar belakang keberhasilan perdagangan di Vanesia. Namun, justru sebaliknya ummat Islam terbawa akan arus kebudaan dan cara hidup Vanesia. Semoga dapat diambil kesimpulan dan hikmah dari rentetan sejarah ini agar lebih teguh lagi dalam menjaga iman dalam hati, dan istiqomah dalam berdakwah. Demi kemajuan peradaban Islam di masa yang akan datang, jadilah muslim yang cerdas dengan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai budaya yang tidak sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.

Wallahu ‘Alam Bisshawab

Baca Juga : Sang Mu’adzin Pertama Sepanjang Sejarah, Bilal Bin Rabah Radhiyallahu ‘Anhu

Originally posted 2017-08-04 07:58:18.