Penting Untuk Para Muslimah! Membaca Al-Qur’an Dalam Keadaan Haid, Bolehkah?

Sumber Foto Dari: lesprivat99.com

Al-Qur’an merupakan kitab suci umat islam. Kesempurnaan isi setiap lembarnya mempunyai makna penting bagi kehidupan. Lebih dari itu, orang yang membacanya akan diganjar dengan pahala. Setiap huruf yang tertulis bernilai pahala, maka sangat penting bagi setiap muslim untuk membaca, mengerti dan mengamalkan firman Allah ini.

Sebagai kitab umat islam tentunya Al-Qur’an tidak bisa disamakan dengan buku atau pun kitab pada umumnya. Untuk membacanya kita harus memenuhi adab-adabnya, tak terkecuali kondisi pembacanya yang harus suci. Namun apakah setiap muslimah yang haid itu dilarang membaca Al-Qur’an?

Dalam konteks ini ada beberapa pendapat dikalangan ulama, ada yang membolehkan dan sebagian lagi melarangnya. Salah satu dalil yang dikeluarkan Tirmidzi menyebutkan pelarangan wanita haid untuk membaca Al-Qur’an, dari Ibnu Umar, ”janganlah perempuan yang haid dan orang yang junub membaca sedikit pun juga dari Al-Qur’an”

Baca Juga: Ingin Dibangunkan Oleh Allah Rumah di Surga, Tegakkan Amalan Ini!

Namun dari pandangan para ulama, hadist diatas dhaif. Maka tidak ada hadist yang kuat menyatakan larangan membaca Al-Qur’an dalam kondisi haid. Namun ada sebagian melarang dengan dasar surah Al-Waqi’ah ayat 79, Tidak menyentuh (Al-Qur’an), kecuali hamba-hamba yang disucikan.”

Jika kita mengambil dalil dari ayat diatas, maka jelas hukum dalam menyentuh Al-Qur’an tidak diperbolehkan. Namun ketika larangan itu jatuh pada kata “menyentuh”, apakah itu menandakan tidak ada larangan dalam membacanya (tanpa menyentuh)?

Berkata syeikh Bin Baz, “Boleh bagi wanita haid dan nifas untuk membaca Al-Qur’an menurut pendapat yang lebih shahih dari 2 pendapat ulama, karena tidak ada dalil yang melarang, namun tidak boleh menyentuh mushhaf, dan boleh memegangnya dengan penghalang seperti kain yang bersih atau selainnya, dan juga boleh memegang kertas yang ada tulisannya Al-Qur’an ketika diperlukan.”

Dari fatwa diatas kita bisa mendapat poin utamanya, bahwa tidak ada larangan untuk seorang wanita yang sedang haid untuk membaca Al-Qur’an dengan syarat tidak menyentuh secara langsung. Ulama menyarankan ada penghalang ketika seorang yang haid menyentuh Al-Qur’an.

Maka dengan adanya penjelasan tentang membaca Al-Qur’an bagi wanita yang haid, tidak ada larangannya dengan syarat yang telah dipaparkan diatas. Sungguh Islam sangat memudahkan bagi setiap muslim yang ingin melaksanakan ibadah, maka tidak ada alasan untuk menunda pengumpulan amal kebaikan lewat ibadah-ibadah yang tinggi ganjarannya. Islam memudahkan bagi wanita yang sedang haid, ketika ingin tetap dekat dengan Al-Qur’an, terus membaca dan mentadabburi maknanya.

Baca Juga: Inilah Orang Yang Menentukan Diterimanya Pahala Haji Seluruh Jamaah, Bagaimana Bisa?

Originally posted 2017-08-04 06:01:49.