Kesungguhan Kakek Untuk Naik Haji, Membuat Terharu

Sumber Foto Dari : Google

Ibadah haji merupakan rukun Islam yang ke lima. Rukun Islam yang kelima ini menjadi idaman bagi seluruh ummat Islam di dunia. Meski syaratnya hanya satu yakni ummat islam yang mampu untuk naik haji. Namun, tak sedikit ummat Islam yang tak bisa melaksanakan ibadah hajinya. Karena mampu dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 97 yang berbunyi:

  فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya: “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Makna kata اسْتَطَاعَ yang artinya sanggup yakni orang yang sanggup memenuhi perbekalan bagi dirinya untuk berangkat haji dan untuk kebutuhan orang-orang yang ditinggalkannya, serta mampu membiayai dirinya naik transportasi, dan juga sehat jasmani, dan perjalananpun aman.

Kendati mampu dalam naik haji itu cukup berat, terlebih lagi untuk biaya transportasi naik haji. Begitu pula dengan kondisi yang dialami oleh Kakek yang genap berusia 76 tahun ini. Kakek yang memiliki nama lengkap M. Taufik ini akhirnya bisa berangkat naik haji bersama 388 jamaah lainnya dalam kloter ke-17 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Baca Juga : Uwais bin ‘Amir Al Qarni dan Amalan Bakti pada Orang Tua yang Dimilikinya

Kakek asal Kebumen ini berjuang puluhan tahun demi tercapainya cita-citanya naik haji. Berikut ungkapan Kakek Taufik yang berjuang puluhan tahun mengumpulkan uang demi naik haji. Penyataan ini dikutip dari Republika.co.id kemarin.

“Saya harus berjuang mengumpulkan uang dan akhirnya bisa daftar pada 2011 dan sekarang baru dapat panggilan. Alhamdulillah, bisa berangkat sama ibu berdua. Jadi begitulah, saking syukurnya saya tidak punya pikiran apa-apa,” ujar Kakek Taufik di Masjid Al-Mabrur, Asrama Pondok Gede, Jakarta Timur.

Kakek Taufikpun bercerita, dulu sewaktu muda bekerja sebagai tukang bangunan serabutan. Hasilnya ia kumpulkan untuk membangun rumah di Kebumen. Setelah rumahnya berdiri dan mengalami beberapa kali renovasi agar tetap bagus. Akhirnya, pada tahun 2011 ia pun menjualnya dengan harga Rp. 75 juta sebagai biaya pendaftarannya naik haji.

Setelah mendaftar naik haji bersama istrinya akhirnya ia mendapat panggilan dan berangkat haji kemarin hari Jum’at, 4 Agustus 2017 mengunakan pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta.

Demikian kesungguhan Kakek Taufik yang ingin naik haji sampai rela menjual rumah. Rumahnya yang selama puluhan tahun dibangun dengan susah payah dan ia rawat dan jaga serta tentunya penuh dengan kenangan bersama keluarga. Semoga dapat menjadi motivasi serta pelajaran agar lebih menekadkan niat agar dapat berangkat haji seperti Kakek Taufik dengan perjuangan luar biasanya.

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Inilah Orang Yang Menentukan Diterimanya Pahala Haji Seluruh Jamaah, Bagaimana Bisa?