Diprediksikan Akan Terjadi Gerhana Bulan, Inilah Yang Harus Umat Islam Laksanakan!

Sumber Foto Dari : Google

Gerhana bulan merupakan kejadian yang tergolong langka, dan tidak semua belahan bumi bisa melihat proses terjadinya gerhana bulan. Gerhana bulan ini terjadi ketika bumi menghalangi cahaya matahari, sehingga cahaya matahari tidak seluruhnya sampai ke bulan. Adapun gerhana bulan ini terbagi menjadi tiga macam yakni gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian, dan gerhana bulan penumbra.

Menurut data astronomi, akan terjadi gerhana bulan sebagian pada tanggal 8 Agustus 2017. Dirjen bimas islam muhammadiyah amin menjelaskan bahwa awal gerhana diperkirakan mulai pukul 02:22 WIT, 01:22 WITA, atau 00:22 WIB. Serta puncaknya akan terjadi pada pukul 03:21 WIT, 02:21 WITA, 01:21 WIB.

Adapun dalam agama Islam disunnahkan ketika terjadi gerhana bulan,  ummat Islam dianjurkan untuk shalat sunnah gerhana atau shalat khusuf. Tidak hanya shalat sunnah khusuf, namun ummat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya. Hal ini sesuai dengan hadits dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”

Baca Juga : Hati-Hati dengan 5 Perkara yang Bisa Menghapus Pahala Ini, Salah Satunya adalah Percaya Ramalan!

Dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa gerhana matarahi dan gerhana bulan bukanlah suatu yang terjadi karena kematian seseorang ataupun lahirnya seseorang, melainkan mutlah inilah tanda-tanda kebesaran Allah bagi mereka yang bertaqwa. Maka, ummat Islam diajurkan untuk berbuat kebaikan dan akan berbuah pahala bagi dirinya.

Adapun pelaksanakan shalat gerhana dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing. Shalat gerhana boleh dikerjakan boleh dikerjakan secara munfarid maupun berjamaah. Inilah hadits dari Asma’ binti Abi Bakr, beliau berkata, “Saya mendatangi Aisyah radhiyallahu ‘Anha– istri Nabi shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika terjadi gerhana matahari. Saat itu manusia tengah menegakkan shalat. Ketika Aisyah turun berdiri untuk melakukan shalat, saya bertanya: “Kenapa orang-orang ini?” Aisyah mengisyaratkan tangannya ke langit seraya berkata, “Subhanallah.” Saya bertanya: “Tanda (gerhana)?” Aisyah lalu memberikan isyarat untuk mengatakan iya.”

Shalat gerhana dapat dengan tata cara shalat sebagai berikut:

1. berniat
2. takbiratul ihram
3. membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat yang panjang
4. ruku’ pertama yang panjang (lama)
5. I’tidal
6. membaca surat Al-Fatihah dan surat panjang
7. kemudian ruku’ kembali tapi tidak terlalu lama
8. I’tidal
9. sujud yang panjang, duduk diantara dua sujud kemudian sujud kembali
10. lakukan raka’at kedua sama dengan raka’at pertama
11. salam

Jika berjamaah, maka dianjurkan untuk imam untuk berkhutbah kepada para jama’ah. Demikian yang harus ummat Islam laksanakan saat terjadinya gerhana bulan maupun matahari.

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Meski Satu Menit, Amalan Ini Membuat Timbangan Kebaikan Bertambah Berat Saat Kiamat