Waspadalah Ketika Diri Merasa Malas dalam Beribadah, Perkara Ini Solusinya!

Sumber foto dari google.com

Pada hakikatnya,terciptanya kita ke alam dunia ini adalah semata-mata untuk beribadah kepada Allah Ta’alaa. Seringkali banyak yang salah mempersepsikan bahwa yang termasuk ibadah itu adalah shalat dan mengaji saja, padahal ibadah itu luas, mencakup segala aspek kehidupan.

Ibnu Taimiyah dalam Al ‘Ubudiyah (Maktabah Darul Balagh), menjelaskan pengertian ibadah sebagai berikut:

“Ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin) maupun yang nampak (lahir). Maka shalat, zakat, puasa, haji, berbicara jujur, menunaikan amanah, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali kekerabatan, menepati janji, memerintahkan yang ma’ruf, melarang dari yang munkar, berjihad melawan orang-orang kafir dan munafiq, berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, orang miskin, ibnu sabil (orang yang kehabisan bekal di perjalanan), berbuat baik kepada orang atau hewan yang dijadikan sebagai pekerja, memanjatkan do’a, berdzikir, membaca Al Qur’an dan lain sebagainya adalah termasuk bagian dari ibadah. Begitu pula rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, takut kepada Allah, inabah (kembali taat) kepada-Nya, memurnikan agama (amal ketaatan) hanya untuk-Nya, bersabar terhadap keputusan (takdir)-Nya, bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya, merasa ridha terhadap qadha/takdir-Nya, tawakal kepada-Nya, mengharapkan rahmat (kasih sayang)-Nya, merasa takut dari siksa-Nya dan lain sebagainya itu semua juga termasuk bagian dari ibadah kepada Allah.”

Baca Juga : Inilah Nasib Keluarga Kita Kelak di Hari Kiamat!

Allah Ta’alaa berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” (Adz-Dzaariyaat: 56-58)

Namun, seringkali kita dihadapkan pada satu kondisi dimana diri ini begitu malas untuk beribadah. Mengenai hal ini, Abdullah Ibn Mas’ud berkata, “Sesungguhnya bagi setiap hati ada saat-saat giat dan semangat, juga ada saat-saat lemah dan malas. Maka manfaatkanlah dengan beramal sebaik-baiknya tatkala ia giat dan semangat, kemudian istirahatkanlah tatkala ia lemah dan malas.”

Tapi, sebaiknya kita segera introspeksi diri, jangan terlalu berlama-lama membiarkan diri dalam kondisi malas beribadah, karena Allah Ta’alaa menyukai orang yang menyegerakan diri dalam berbuat kebaikan. Allah Ta’alaa berfirman,

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (Al-Anbiya’: 90)

Maka, penting sekali bagi kita mewaspadai tatkala malas menyerang diri ini, segeralah mendekat kepada Allah dengan senantias berdo’a dan meminta pertolongan-Nya. Pun, jangan sampai kita tidak  melakukan evaluasi, karena malas beribadah bisa disebabkan oleh dosa ataupun maksiat yang sudah kita lakukan dan belum ditaubati.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).” (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)

Untuk lebih lengkapnya bisa disimak video berikut.

Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Hati-Hati dengan 5 Perkara yang Bisa Menghapus Pahala Ini, Salah Satunya adalah Percaya Ramalan!

Originally posted 2017-08-05 04:25:36.