Bus Jemaah Haji Calhaj Nyaris Jatuh ke Jurang, Inilah Bukti Allah Maha Kuasa!

Sumber Foto Dari : Google
HIJAZ.ID Dikutip dari harian Bangladesh, Bdnews24 pada hari Selasa tanggal 1 Agustus 2017. Kepala polisi bandara OC Noor-e-Azam Miah mengatakan, kejadian kecelakan bus jemaah haji ini terjadi pukul 12 malam hari Senin.

Posisi bus yang mengangkut 26 jemaah haji dari Asrama Haji Ashkona ini sudah hampir jatuh ke jurang yang kedalamannya diperkirakan sedalam 12 kaki. Setengah badan bus telah berada di luar pagar pembatas jalan. Posisinya sudah sangat mengkhawatirkan.

Dilaporkan dalam kecelakan bus ini 26 jemaah haji sehat dan tak mengalamai luka sedikitpun. Sopir dan asisten yang bertanggung jawab atas keselamatan para penumpangnya kini sudah ditahan. Pihak berwenang di Bandara Internasional Shahjalal segera melaporkan kecelakan tersebut. Rahul Karim, juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Bangladesh mengatakan bahwa Angkatan Udara dan personil polisi sudah bekerja untuk memindahkan bus ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga : Tidak Akan Sabar Manusia Melihat Bagaimana Allah Mengatur Keadilan

Dengan ijin Allah Subhanahu wa Ta’ala seluruh jemaah haji dalam bus dapat menyelamatkan diri dan keluar dari bus dalam keadaan sehat wal afi’at. Inilah bukti Allah Maha Kuasa dan dengan kehendak-Nya dalam posisi bus yang sudah hampir 50 persen keluar dari pagar pembatas jalan dapat juga terselamatkan dengan begitu mudahnya. Subhanallah.

Mari kita renungkan tentang kejadian yang menimpa jemaah haji dari India ini dan mengambil pelajaran berharga darinya. Inilah bukti nyata bahwa Allah Maha Berkehendak. Allah berkendak melakukan segala sesuatu sesuai kehendak-Nya. Bukankah Allah telah menerangkan dalam surat cinta-Nya yakni Al-Qur’an kepada manusia yang beriman lagi berakal tentang Allah Maha Berkehendak. Hal tersebut terdapat dalam beberapa surat dan ayat yang salah satunya terdapat dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat 107.

وَإِن يَمْسَسْكَ اللّهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلاَ رَآدَّ لِفَضْلِهِ يُصَيبُ بِهِ مَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Yang Artinya: “Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, Maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Maka kita sebagai hamba-Nya yang beriman, patutlah untuk kita mengimani dan berpasrah diri hanya pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena hanya pada-Nya tempat kita bergantung dan memohon pertolongan.

Wallahu A’lam Bishawab.

Baca Juga : Ampuni Hamba Ya Allah Meski Shalat Sudah Rutin, Tapi Maksiat Jalan Terus