Memejamkan Mata Saat Sholat, Apakah Dilarang?

 

Sumber foto dari dakwahmuslimah.com

Sholat merupakan suatu aktifitas seorang makhluk yang sedang menghadap kepada Allah, menghamba kepada Rabb sebagai penciptanya, sehingga diperlukan fokus dan khusyuk dalam pelaksanaannya. Namun sayangnya seringkali kekhusyukan saat sholat sangat mudah terganggu sehingga berpengaruh terhadap kualitas sholat seseorang. Lalu seringkali untuk memfokuskan lagi seseorang memejamkan matanya saat sholat. Lantas apakah hal tersebut dilarang? Berikut simak penjelasan hadits dan pernyataan ulama yang mebahas hal tersebut.

Berdasarkan kesepakatan ulama dijelaskan bahwasanya hukum memejamkan mata saat sholat adalah makruh, kecuali jika dalam kondisi yang mendesak yaitu semisal untuk tujuan khusyuknya dalam sholat dikarenakan terdapat gangguan dari luar yang menyebabkan sholat tidak mampu khusyuk. Berkaitan dengan hal tersebut, Imam al-Kasani berkata:

 “Dimakruhkan, karena ia menyalahi sunnah. Bahwa disyariatkan mengarahkan pandangan ke tempat sujud. Karena setiap anggota tubuh punya bagiannya dalam ibadah, begitu juga kedua mata.” (Bada-i’ al-Shana-i’: 1/503)

Baca Juga:Agar Doa Segera Dikabulkan, Perhatikan Waktu yang Tepat ini!

Dalam hal memejamkan mata ketika sholat, Ibnul Qayyim berkata:

 “Memejamkan mata dalam shalat bukanlah petunjuk Nabi”. Imam Ahmad dan lainnya memakruhkannya dan mereka berkata bahwasanya, ‘Itu perbuatan orang-orang Yahudi.’

Namun disamping itu, terdapat dalil tentang diperbolehkannya memejamkan mata tersebut adalah ketika terdapat gangguan yang benar-benar membuatnya tidak mampu sholat khusyu. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, Apa hukum memejamkan kedua mata di dalam shalat saat membaca Alquran dan ketika do’a Qunut supaya bisa khusyu’ dalam shalat?Beliau menjawab:

 “Ulama telah menyebutkan bahwa hukum memejamkan kedua mata di dalam shalat adalah makruh, kecuali jika ada sebab semisal di hadapan seseorang yang sedang shalat ada sesuatu yang menyibukkannya atau cahaya yang terang, sangat menyilaukan kedua matanya dalam keadaan itu boleh ia memejamkan kedua matanya untuk menghindari bahaya tersebut. Adapun sangkaan sebagian manusia bahwa jika memejamkan kedua matanya bisa lebih khusyu’ baginya di dalam shalatnya, saya khawatir ini termasuk tipu daya setan untuk menjerumuskannya dalam perkara yang makruh, sedangkan ia tidak merasa. Dan apabila ia membiasakan dirinya baru bisa khusyu’ jika memejamkan kedua matanya, maka inilah biang keladi yang menjadikan dirinya merasa lebih khusyu’ jika memejamkan kedua mata dibandingkan jika membuka kedua matanya” (Majmu’ Fatawa wa Rasail Al-‘Utsaimin 13/299).

Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma’ad juga menerangkan tentang hukum memejamkan mata ketika sholat, jika seseorang bisa lebih khusyu dengan membuka mata maka itu lebih utama. Namun jika ia akan lebih khusyu’ dengan memejamkan kedua mata karena ada sesuatu yang mengganggunya berupa dekorasi dan hiasan maka tidak dimakruhkan secara mutlak. Bahkan –dalam kondisi ini- pendapat yang menganjurkan memejamkan mata lebih dekat kepada tujuan dan prinsip syariat daripada pendapat yang memakruhkannya.” (Zaadul Ma’ad: 1/283)

Sehingga dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sholat dengan membuka mata lebih dianjurkan, kecuali jika terdapat gangguan yang menggoyah kekhusyukan maka diperbolehkan untuk memejamkan mata, berdasarkan hadits tersebut. Segala sesuatu telah diatur sesuai dengan kaidah Islam,namun di dalamnya sungguh Allah telah banyak memberikan toleransi bagi makhluk-Nya dan tentunya jalan pemecahan bagi setiap kesulitan dari makhluk-Nya., termasuk dalam hal sholat yang menjadi amalan pertama kali yang dihisab di hari pertanggungjawaban nantinya.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Rasulullah Menganjurkan Melamakan Rukuk dan Sujud, Inilah Fakta Luar Biasanya!

Originally posted 2017-08-06 00:56:17.