Merasa Beriman? Beranikah Mencoba Doa Rasulullah Yang Satu Ini!

Sumber Foto Dari: kaltim.tribunnews.com

Kita semua sepakat bahwa Rasulullah merupakan tauladan sepanjang masa. Segala hal yang ada pada diri Rasulullah merupakan teladan yang sempurna, mulai dari tutur kata beliau, akhlak beliau, kecerdasan beliau, gaya hidup beliau, hingga tata cara beliau dalam beribadah dan berdoa. Siapa sangka, diantara doa-doa Rasulullah yang populer, terdapat satu doa Rasulullah yang tidak populer. Bahkan banyak orang yang takut berdoa sebagaimana beliau berdoa. Padahal doa ini termasuk salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah pada ummatnya. Berdasarkan riwayatnya, Aisyah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berdoa: “Allahumma ahyinii miskiinan, wa amitnii miskiinan, wahsyurnii fii jumratil masaakiin.”

Artinya: “Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin dan matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang miskin.”

Beranikah kita berdoa pada Allah sebagaimana doa Rasulullah tersebut? Tentu banyak dari kita yang ciut nyalinya untuk berdoa demikian. Karena secara naluri sebagai manusia, kita semua ingin hidup dalam keadaan nyaman dan sejahtera termasuk dalam hal materi. Bahkan sebagai manusia kita juga memiliki sifat yang tidak pernah puas, jika sudah kaya maka ingin semakin kaya. Lalu mengapa Rasulullah berdoa demikian?

Baca Juga: Inilah Pintu Surga Yang Letaknya Sangat Dekat, Tapi Sering Diabaikan!

Mendengar doa itu Aisyah protes: “Mengapa engkau berdoa seperti itu wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam kemudian mehttps://www.hijaz.id/55337/dakwah/pintu-surga-yang-sering-kita-abaikan-padahal-letaknya-teramat-sangat-dekatnjawab dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmdzi, “Orang-orang miskin akan masuk surga lebih awal 40 tahun dari pada orang-orang kaya, wahai Aisyah jangan pernah menolak orang-orang miskin meskipun engkau hanya bias memberi sepatuh biji kurma, cintailah orang-orang miskin dan dekatkanlah mereka kepadamu agar Allah juga mendekatkanmu kepada-Nya pada hari kiamat nanti.

MasyaAllah, 1 hari di akhirat = 1000 tahun di dunia. Dikala orang-orang kaya masih khawatir akan nasib mereka, orang-orang miskin sudah menikmati indahnya surga 14.600.000 tahun lebih awal. Namun demikian, makna hadits ini ternyata tidak hanya tentang harta namun juga mengandung makna tawadhu’ atau rendah hati agar kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang angkuh dan sombong sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Baihaqi dan Imam Ibnu Atsir.

Imam Ibnu Atsir berkata, “Maksud Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tawadhu’ (rendah hati) dan agar tidak termasuk orang-orang yang sombong dan angkuh.”

Rasulullah memilih gaya hidup sederhana untuk memberikan contoh pada ummatnya bagaimana seharusnya memposisikan harta dalam kehidupan kita, yang mana di dalam harta kita terdapat hak-hak orang lain, terutama hak orang-orang fakir dan miskin. Oleh karena itu, sudah seharusnya dengan harta yang kita miliki menjadi pendekat kita pada orang-orang miskin.

Sudahkah kita dekat dan memperhatikan orang-orang miskin di sekitar kita? Atau justru sering kali tidak peduli bahkan mencibir mereka? Atau mungkin kita termasuk orang-orang yang sombong di atas nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah?

Baca Juga: Inilah Orang Yang Menentukan Diterimanya Pahala Haji Seluruh Jamaah, Bagaimana Bisa?

Originally posted 2017-08-06 06:12:04.