Tahukah Anda Hadits dan Sunnah Bukan Kembar Indentik?

Sumber Foto Dari : Google
HIJAZ.ID Hadits merupakan ilmu yang menerangkan segala yang dinukilkan atau yang disandarkan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam atau kepada sahabat dan tabi’in, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir maupun sifatnya. Inilah pengertian hadits menurut ahli ushul hadits.

Sunnah adalah segala yang dinukilkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrir, pengajaran, sifat, perilaku, perjalanan hidup Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam sebelum diangkat menjadi rasul, maupun sesudahnya. Pengertian tersebut  diutarakan oleh para ahli-ahli hadits yakni para muhadditsin.

Berdasarkan kedua pengertian hadits dan sunnah di atas, ada beberapa kemiripan diantara hadits dan sunnah. Persamaan keduanya terletak dari salah satu sumber hadits dan sunnah yakni segala yang dinukilkan ataupun disandarkan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, berupa perkataan, perbuatan, taqrir, dan sifatnya.

Meskipun hadits dan sunnah memiliki persamaan dalam sudut pandang sumbernya. Hal ini tidak menjadikan  hadits dan sunnah sebagai kembar indentik. Mengapa demikian? Terus simak artikel ini ya! Karena disini akan dibahas penyebab hadits dan sunnah yang serupa tapi tak sama. Berikut penjelasannya disajikan dalam paragraf selanjutnya.

Baca Juga : Rasulullah Menganjurkan Melamakan Rukuk dan Sujud, Inilah Fakta Luar Biasanya!

Hadits dan sunnah memiliki makna tersendiri yakni berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan tesebut pernah dibahas dalam buku yang berjudul Problematika Hadits dalam Pembinaan Hukum Islam karya Prof. Dr. Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy. Dalam bukunya beliau menegaskan bahwa hadits bukan sunnah dan begitu pula sebaliknya serta keduanya sama-sama harus ditaati.

Al-Allamah Sulaiman an-Nadwy berpendepat tentang pengertian hadits, yakni segala peristiwa yang dinisbahkan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, walapun hanya sekali saja Nabi kerjakan, dan walalupun diriwayatkan oleh seorang perawi saja.

Sunnah adalah sesuatu yang kita terima dengan jalan mutawatir, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam melakukannya di hadapan para sahabat, lalu diteruskan pelaksanaannya oleh para tabi’in sebagimana telah dilaksanakan oleh para sahabat.

Dari penambahan satu pengertian tentang hadits dan satu lagi tentang sunnah menurut pendapat Al-Allamah, maka jelaslah perbedaan diantara hadits dan sunnah. Hadits merupakan rwayat lafzhiyah bagi perkataan-perkataan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, perbuatan dan hal ikhwalnya, sedangkan sunnah adalah suatu yang menjadi tradisi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dan diamalkan bersama-sama para sahabat. Amal inilah yang disebut pengamalan hadits dan Al-Qur’an.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa Hadits dan sunnah itu merupakan satu kesatuan yang berbeda dari segi maknanya. Adapun dari segi sumbernya sama yakni berpangkal pada diri Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam baik perkataan, perbuatan, dan taqrir. Maka, para jumhur ahli hadits berpendapat bahwa tidak ada salahnya menganggap bahwa sunnah dan hadits itu satu, dengan mengabaikan pemakaian kata sunnah dan hadits pada asalnya. Dengan dasar inilah kebanyakan ahli hadits mengatakan, “sunnah identik dengan hadits atau sebaliknya.”

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Ikuti Ajaran Rasulullah Agar Sehat dan Awet Muda!

Originally posted 2017-08-07 04:54:21.