Penting Bagi Wanita Mengetahui Hukum Menutup dan Menampakan Wajah, Mana yang Benar?

Sumber Foto Dari : Google
HIJAZ.ID Dengan berbagai bukti syari’at yang Allah berikan kepada ummat Islam, jelas menjadikan ummat Islam dan manusia pada umumnya berada dalam kemaslahatan. Inilah salah satu bukti nyata dan terbesar yang menjelaskan bahwa sempurnanya agama Islam.

Salah satu syari’at Islam yang indah yakni syariat Islam yang memerintahkan para muslimah untuk menutup auratnya. Syari’at ini membuktikan bahwa agama Islam sangat peduli kepada para muslimah, yang lebih rentan akan terkena fitnah. Oleh karena itu, pembahasan tentang aurat para muslimah sangat penting untuk diketahui khususnya untuk para wanita.

Dalam Al-Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah menjelaskan tentang aurat yakni suatu anggota badan yang tidak boleh di tampakkan dan di perlihatkan oleh lelaki atau perempuan kepada orang lain. Adapun aurat wanita itu yang biasa nampak pada dirinya, hal tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 31. Maksud dari yang biasa nampak pada dirinya kemudian diterangkan kembali bagi kita yang awam tentang makna ayat-ayat yang mulia.

Diterangkan dalam hadits Nabi, Nabi Shallahu ‘Alaihi Wassalam pernah memalingkan wajahnya ketika melihat Asma binti Abu Bakar Radhiyallahu Anhuma mengenakan busana yang agak tipis, seraya bersabda; “Wahai Asma! Sesungguhnya wanita jika sudah baligh, maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke muda dan telapak tangan)” (HR. Abu Dawud no 4104 dan Al-Baihaqi no 3218. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Bani Rahimahullah).

Dapat ditarik kesimpulan dalam ayat Al-Qur’an yang dimaksud dengan “yang biasa nampak” adalah wajah dan telapak tangan sedangkan seluruh tubuh yang lainnya merupakan aurat bagi kaum wanita. Sedangkan wajah itu jelas bukan termasuk aurat yang harus ditutupi.

Baca Juga : Gadis Berusia 17 Tahun Ini Do’anya Selalu Dikabulkan, Ini Rahasianya!

Adapun hukum muslimah yang menutupi wajahnya dan menampakannya akan diuraikan berdasarkan menurut pendapat ke-empat Imam Madzhab.

Madzhab Hanafi
Imam Hanafi berpendapat bahwa wajah wanita bukanlah aurat, maka boleh ditampakan. Namun, jika muslimah memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan berubah menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah.
Madzhab Maliki
Imam Maliki berpendapat sama dengan Imam Hanafi bahwa wajah wanita bukanlah aurat, dan hukum memakai cadar bagi wanita hukumnya sunnah, serta menjadi wajib jika muncul kekhawatiran akan menimbulkan fitnah. Bahkan sebagian Ulama bermadzhab Maliki berpendapat seluruh tubuh wanita adalah aurat.
Madzhab Syafi’i
Imam Syafi’i berpendapat bahwa aurat seoarang wanita di hadapan lelaki ajnabi (bukan mahram) adalah seluruh tubuh. Sehingga Madzhab Imam Syafi’I mewajibkan wanita memakai cadar di hadapan lelaki ajnabi.

Asy Syarwani berkata; “wanita memiliki tiga jenis aurat, pertama aurat dalam shalat sebagaimana telah dijelaskan yaitu seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan, kedua aurat terhadap pandangan lelaki ajnabi, yaitu seluruh tubuh termasuk wajah dan telapak tangan, menurut pendapat yang mu’tamad, yang ketiga aurat ketika berdua dengan mahram, sama seperti aurat laki-laki yaitu antara pusar dan paha.”

Adapun pendapat kedua Imam Syafi’i yang mengatakan bahwa wajah merupakan bukan termasuk aurat dan boleh terlihat.

Adapun aurat wanita disinggung oleh Imam Nawawi yaitu seluruh badan kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Hal ini terdapat dalam kitab Al-Majmu’ dan dalam Minhajuth Tholibin.

Madzhab Hambali
Imam Hambali berpendapat setiap bagian tubuh wanita adalah aurat, termasuk pula kukunya. Pendapat yang paling kuat dalam madzhab Hambali yakni wajib menutup wajah dari para lelaki ajnabi.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum menutup wajah bagi wanita muslim adalah wajib. Sebagaimana pendapat ke-empat Imam Madzhab yang sepakat bahwa nihqob (cadar) bagi kaum wanita hukumnya adalah wajib. Adapun, sebagian besar muslimah Indonesia yang bermadzhab Syafi’i mengambil pendapat yang kedua yakni wajah bukan termasuk aurat dan boleh ditampakan. Namun, karena wanita sangat dimuliakan dalam Islam, sehingga Islam begitu menjaga kehormatan dan kesuciannya dari pandangan para lelaki ajnabi, maka wajah wanita tidak patut untuk dipertontonkan di khalayak umum. Demi kemaslahatan para kaum wanita.

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Penting Untuk Para Muslimah! Membaca Al-Qur’an Dalam Keadaan Haid, Bolehkah?

Originally posted 2017-08-07 04:35:51.