Ingin Keutaamaan Lebih, Pahami Adab Membaca Al Quran ini!

 

Sumber foto dari kumpugas.blogspot.com
HIJAZ.ID Al Quran merupakan pedoman bagi seseorang dalam menjalani kehidupan. Terdapat kaidah-kaidah yang mengatur tentang bagaimana seharusnya seseorang ketika membaca Al Quran. Yang ketika diterapkannya tentu lebih banyak fadhilah atau keutamaan dari Al Quran yang didapatkan. Lalu bagaimanakah adab membaca ketika membaca Al Quran? Berikut simak ulasannya.
  • Membaca Dalam Keadaan Suci (Berwudhlu)

Dari Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm dari ayahnya dari kakeknya, sesungguhnya Rasulullah  Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah menulis surat untuk penduduk Yaman yang isinya:

Tidak boleh menyentuh Al-Qur’an melainkan orang yang suci”. (HR. Daruquthni no. 449. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’ no. 122).

  • Membaca Ta’awudz Terlebih Dulu

Hendaknya sebelum membaca Al Quran dianjurkan untuk membaca taawudz, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Quran bahwasanya Allah berfirman:

Jika Engkau hendak membaca Al Qur’an maka mintalah perlindungan kepada Allah dari syaithan yang terkutuk.” (QS. An Nahl 98)

  • Membaca Dengan Perlahan-lahan (Tidak Tergesa-gesa)

Saat membaca Al Quran hendaklah tenang dan tidak tergesa-gesa, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Quran bahwasanya Allah berfirman:

Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Muzzamil: 4)

  • Membaca dengan Benar (Memperhatikan Hukum dan Tajwid Bacaan)

Seringkali tajwid dilupakan ketika seseorang membaca dengan cepat, dalam hadits dijelaskan bahwasanya:

 Anas pernah ditanya, “Bagaimana cara baca Nabi?” Maka dia menjawab, ‘Beliau membaca dengan memanjangkan, beliau membaca ‘Bismillahirrahmanirrahim.’ Beliau memanjangkan ‘bismillaah’, memanjangkan ‘ar rahmaan dan ar rahiim”. (HR. Bukhari)

  • Tidak Memotong Bacaan Ayat

Kadangkala seseorang berbicara atau tertawa di sela membaca Al Quran tanpa menyelesaikan satu ayat yang dibacanya. Seorang tabiin Nafi’ meriwayatkan:

Bahwa Ibnu Umar apabila membaca al Quran maka beliau tidak akan berbicara hingga beliau selesai darinya…” (HR. Bukhari)

  • Memperindah Lantunan Bacaan

Dalam suatu hadits dijelaskan bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

Hiasilah (perindah) suara kalian dalam membaca al Quran.“(HR. Abu Dawud no. 1468, Ibnu Majah no. 1342, An-Nasa-I no. 1015, Ahmad no. 18494, ad-Darimi no. 3543, Shohih, lihat Silsilah Ahaadits as-Shohihah no. 771)

  • Memahami Makna Ayat

Dalam suatu ayat dijelaskan, bahwasanya Allah berfirman:

“Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur’an? Sekiranya (Al-Qur’an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.” (Qs. An-Nisa 82)

Baca Juga: Memejamkan Mata Saat Sholat, Apakah Dilarang?

  • Beristirahat Ketika Lelah

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

“Apabila salah seorang dari kalian shalat di malam hari, lalu bacaan al Qurannya menjadi tidak jelas di lidahnya, lalu dia tidak mengetahui (lagi) apa yang dibacanya, maka hendaklah dia berbaring (istirahat).” (HR. Muslim)

  • Makruh Mencium Al Quran

Dalam kitab “Muntaqa al-Adab as-Syariah (Adab dan Akhlak Islam) dijelaskan, Syaikh Majid Sa’ud Al-Ausan berkata:

“Kita dimakruhkan mencium mushaf al Quran dan menempelkannya di antara kedua mata (kening).

  • Mengamalkan Al Quran

Ketika telah memahami makna Al Quran hendaknya mengamalkan isi dari ayat-ayat tersebut dalam kehidupan. Dalam suatu hadits Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

“(Malaikat itu berkata), ‘Adapun orang yang engkau lihat dipecahkan kepalanya maka dia itu adalah seorang laki-laki yang Allah mengajarkan Al Quran kepadanya, tetapi dia tidur di malam hari (tidak menggunakannya untuk sholat malam) dan tidak mengamalkannya di siang hari. Siksa seperti itu akan diterapkan padanya hingga hari kiamat.” (HR. Bukhari)

  • Mengingat Bacaan Al Quran

Dalam hal ini mengingat atau muroja’ah sangatlah dianjurkan ketika seseorang selesai membaca Al Quran. Dalam suatu hadits Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

 “Peliharalah Al-Quran (dengan mengulang-ulang hafalannya) demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh (hafalan) al Quran itu lebih (gampang) lepas daripada unta di ikatan tambatnya.” (HR. Bukhari)

Sungguh di dalam Al Quran terdapat keutamaan-keutamaan yang Allah berikan, sehingga dalam memperlakukannya (Al Quran) pun hendaknya disesuaikan dengan kaidah-kaidah yang telah ditentukan.

Wallahu A’lam Bisshawab

 Baca Juga:Keutamaan Istighfar ini Mampu Membukakan Pintu Kebahagiaan Dunia Akhirat

Originally posted 2017-08-07 05:39:12.