Inilah Posisi Duduk yang Dilarang Rasulullah dan Mengundang Murka Allah Ta’alaa

Sumber foto dari google.com
HIJAZ.ID Seorang muslim yang baik, selalu mengupayakan diri untuk mentaati perintah Allah Ta’alaa dan Rasul-Nya dalam hal apapun yang berkaitan dengan setiap aspek kehidupan, sekecl apapu, termasuk salah satunya adalah memperhatikan posisi duduknya, baik ketika di dalam majelis ataupun dalam keadaan lainnya.

Penting untuk diperhatikan, Islam melarang posisi duduk yang bersandar pada tangan kiri yang diletakkan ke belakang, hal tersebut merupakan cara duduk orang yang dimurkai, sebagaimana telah disebutkan dalam sebuah hadits:

عَنْ أَبِيهِ الشَّرِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ قَالَ مَرَّ بِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَنَا جَالِسٌ هَكَذَا وَقَدْ وَضَعْتُ يَدِىَ الْيُسْرَى خَلْفَ ظَهْرِى وَاتَّكَأْتُ عَلَى أَلْيَةِ يَدِى فَقَالَ « أَتَقْعُدُ قِعْدَةَ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ ».

Syirrid bin Suwaid radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah pernah melintas di hadapanku sedang aku duduk seperti ini, yaitu bersandar pada tangan kiriku yang aku letakkan di belakang. Lalu baginda Nabi bersabda, “Adakah engkau duduk sebagaimana duduknya orang-orang yang dimurkai?” (HR. Abu Daud no. 4848. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Baca Juga : Inilah Cara yang Bisa Dilakukan Agar Selamat di Akhir Zaman!

Asy Syeikh Muhammad Bin Sholih Al Utsaimin dalam syarah kitab Riyadush Shalihiin adalah sebagai berikut:

“Dan tidak dibenci dari cara duduk kecuali apa yang disebutkan Nabi Shollallahu alaihi wa sallam bahwa cara duduk ini adalah cara duduk orang yang mendapat murka atas mereka.

Yaitu dengan menjadikan TANGAN KIRI dibelakang punggungnya, dan dia jadikan bagian telapak tangan diatas tanah kemudian dia bersandar dengannya, ini adalah cara duduk yang disebutkan oleh Nabi Shollallahu alaihi wa sallam bahwa cara duduk yang seperti ini adalah cara duduk orang yang mendapat murka atas mereka.

Adapun jika seseorang meletakkan kedua tangannya di belakang punggungnya dan bersandar dengannya maka tidak mengapa. Demikian pula ketika dia meletakkan tangan kanannya maka juga tidak mengapa.”

Juga, dalam hadits lain disebutkan mengenai duduk yang dilarang, diantaranya adalah sebagai berikut. Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang duduk dalam suatu tempat duduk kemudian ia tidak berdzikir kepada Allah Ta’ala, maka ia akan mendapatkan kerugian di hadapan Allah. Dan barangsiapa yang berbaring kemudian ia tidak berdzikir kepada Allah Ta’ala, maka ia juga mendapat kerugian di hadapan Allah.” (H.R. Abu Dawud).

Ustadz Muhammad Abduh Tuasika menyampaikan bahwa sebagian ulama menyatakan bahwa duduk semacam ini dikatakan makruh (tidak haram). Namun hal ini kurang tepat. Syaikh ‘Abdul Al ‘Abbad berkata, “Makruh dapat dimaknakan juga haram. Dan kadang makruh juga berarti makruh tanzih (tidak sampai haram). Akan tetapi dalam hadits disifati duduk semacam ini adalah duduk orang yang dimurkai, maka ini sudah jelas menunjukkan haramnya.” (Syarh Sunan Abi Daud, 28: 49)
Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Sering Curhat Kepada Manusia, Bagaimanakah Hukumnya dalam Islam?

Originally posted 2017-08-10 05:10:53.